Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tenggelam Saat Mancing, Sarafudin Ditemukan Tak Bernyawa di Dasar Sungai Dodokan

Hamdani Wathoni • Rabu, 22 April 2026 | 14:40 WIB
EVAKUASI KORBAN: Tim penyelam Kantor SAR Mataram saat mengevakuasi jasad Sarafudin (56) dari dasar Sungai Dodokan, Jembatan Kembar, Lombok Barat, Rabu (22/4).
EVAKUASI KORBAN: Tim penyelam Kantor SAR Mataram saat mengevakuasi jasad Sarafudin (56) dari dasar Sungai Dodokan, Jembatan Kembar, Lombok Barat, Rabu (22/4).

 

LombokPost--Pencarian intensif terhadap Sarafudin, 56, pemancing yang dilaporkan hilang di Sungai Dodokan, kawasan Jembatan Kembar, Kecamatan Lembar, berakhir duka.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan warga Dusun Segare Katon tersebut dalam kondisi meninggal dunia, Rabu sore (22/4).

​Jasad korban ditemukan oleh tim penyelam sekitar pukul 14.50 WITA.

Menariknya, posisi korban tidak bergeser jauh dari titik awal dilaporkan tenggelam atau Last Known Position (LKP). Sarafudin ditemukan terbujur kaku di dasar sungai pada kedalaman kurang lebih 6 meter.

​"Korban sudah kami temukan di dasar sungai melalui proses penyelaman. Posisinya tepat di sekitar lokasi awal korban dilaporkan hilang," terang Koordinator Lapangan Kantor SAR Mataram, Fuad Hasan, usai proses evakuasi.

​Operasi kemanusiaan ini dimulai sejak laporan diterima pihak Kantor SAR Mataram pada pukul 11.22 WITA.

Mengingat kondisi sungai yang memiliki kedalaman cukup signifikan, tim penyelamat tidak hanya mengandalkan penyisiran permukaan.

Baca Juga: Iran Ngamuk! Tolak Mentah-mentah Negosiasi dengan AS, Sebut Upaya Damai Hanya Kedok “Penyerahan”

Tim Rescue Kantor SAR Mataram bersinergi dengan personel Polres Lombok Barat, Polsek Lembar, Damkar, hingga BPBD Lobar.

​Dalam pencarian tersebut, petugas mengerahkan teknologi Aqua Eye untuk mendeteksi keberadaan objek di bawah air. Alat ini sangat membantu mempersempit ruang lingkup penyelaman di tengah keruhnya air sungai.

Selain itu, unit rubber boat dikerahkan untuk menyisir aliran sungai, sementara warga setempat turut memantau dari pinggiran bantaran Sungai Dodokan.

​Begitu jasad korban berhasil diangkat ke permukaan, suasana haru menyelimuti lokasi kejadian.

Petugas medis segera melakukan pemeriksaan singkat sebelum akhirnya jenazah dievakuasi menggunakan ambulans.

Sesuai permintaan keluarga, jenazah langsung dibawa menuju rumah duka di Dusun Segare Katon untuk proses pemakaman.

​Fuad Hasan menambahkan, dengan ditemukannya jasad Sarafudin, maka seluruh rangkaian operasi SAR di Sungai Dodokan resmi ditutup.

Pihaknya juga mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat, mulai dari aparat kepolisian hingga masyarakat yang bahu-membahu sejak siang hari.

​"Kami berterima kasih kepada semua unsur, baik TNI/Polri, potensi SAR, dan masyarakat. Dengan ini, operasi dinyatakan selesai dan seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing," pungkasnya.

Baca Juga: Melihat Komunitas Sepeda Anak Bike-Bike Gelar Gowes Rutin, Kampanye Lingkungan Pun Ikut Berjalan

​Peralatan yang dikerahkan dalam operasi ini tergolong lengkap, mulai dari satu unit rescue car, perlengkapan selam standar, hingga alat komunikasi pendukung untuk memastikan koordinasi di lapangan berjalan mulus.

Kejadian ini kembali menjadi pengingat bagi warga yang beraktivitas di sekitar sungai untuk tetap waspada, terutama saat kondisi arus atau kedalaman air tidak menentu.

Editor : Kimda Farida
#orang hilang #Lombok Barat #SAR Mataram #Sungai Dodokan #Pemancing Tenggelam