Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

'Konser' Warga Tambal Jalan Rusak di Teluk Gok Sekotong

Lestari Dewi • Jumat, 15 Mei 2026 | 13:20 WIB
Warga Dusun Medang, Desa Teluk Gok, Sekotong mencangkul tanah perbukitan untuk menimbun jalan berlubang sembari memutar musik.
Warga Dusun Medang, Desa Teluk Gok, Sekotong mencangkul tanah perbukitan untuk menimbun jalan berlubang sembari memutar musik.

 

LombokPost-Warga Dusun Medang, Desa Teluk Gok, Kecamatan Sekotong punya cara sendiri untuk menertawakan nasib. 

Lelah hanya diberi janji manis oleh penguasa, warga memilih "pesta" gotong royong memperbaiki jalan rusak sepanjang 2,5 kilometer secara swadaya, Jumat (15/5). 

Uniknya, aksi mencangkul tanah perbukitan untuk menimbun jalan berlubang ini dilakukan sembari memutar musik. 

Mulai dari hentakan dangdut, melodi Bollywood, hingga lantunan lagu Sasak yang menggema dari pelantang suara di pinggir jalan.

Baca Juga: Pemkab Loteng “Bersih-bersih” Indomaret dan Alfamart, Diminta Tutup Mandiri Paling Lambat 16 Mei

Musik-musik itu seolah menjadi "suplemen" penghalau lelah sekaligus penutup suara bising kekecewaan warga.

"Ibu-ibu katanya kurang semangat kalo ngk dengerin musik," selorohnya. 

"Kami sudah capek. Setiap ada pergantian pemimpin, usulan perbaikan jalan ini selalu disuarakan, tapi tidak pernah ada kejelasan," tambah Fitri. 

Kondisi jalan di Dusun Medang memang memprihatinkan. Jalur utama desa itu kini lebih menyerupai kubangan saat hujan dan menjadi ladang debu saat kemarau. 

Baca Juga: Pesan Pamit Priandhi Satria Usai Lepas Jabatan Direktur Utama MGPA

Padahal, jalan sepanjang 2,5 kilometer tersebut merupakan urat nadi ekonomi dan akses utama anak-anak menuju sekolah.

Ketidakhadiran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat di tengah penderitaan warga memicu tanda tanya besar. 

Warga pun mulai mempertanyakan kemana larinya Anggaran Dana Desa (ADD) yang seharusnya bisa menyentuh perbaikan infrastruktur di pelosok.

"Aspirasi kami seolah hanya masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Hampir setiap minggu kami bergotong royong begini agar anak-anak bisa lewat saat sekolah," keluh Fitri. 

Baca Juga: Wapres Iran Tegaskan Kedaulatan Penuh Terhadap Selat Hormuz, Izinkan Kapal Tiongkok Melintas

Baginya, aksi menimbun jalan dengan tanah dan batu ini adalah simbol perlawanan. Hiburan musik yang diputar bukan tanda suka cita, melainkan cara warga menjaga kewarasan menghadapi mosi tidak percaya terhadap janji politik yang kerap menguap usai kampanye berakhir.

Kini, warga Dusun Medang tidak butuh dokumen rencana pembangunan yang tebal. Mereka hanya butuh aspal nyata. 

Mereka berharap, "konser" kecil di tengah jalan rusak ini bisa mengetuk pintu hati para pemangku kebijakan agar tidak lagi menutup mata. 

"Semoga suara rakyat ini di dengar," harapnya.

Editor : Kimda Farida
#konser #tambal sulam #musik #Sekotong #jalan rusak