Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sempat Libur Beberapa Hari, Dapur MBG Karang Bongkot Kembali Sajikan Ribuan Menu MBG

Siti Aeny Maryam • Rabu, 17 Juni 2026 | 07:56 WIB
Sempat libur beberapa hari, SPPG Karang Bongkot Lombok Barat kembali beroperasi.
Sempat libur beberapa hari, SPPG Karang Bongkot Lombok Barat kembali beroperasi.
LombokPost - Sempat rehat beberapa hari akibat keterlambatan pencairan dana dari Badan Gizi Nasional (BGN), Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Karang Bongkot kini kembali beroperasi penuh.

Dapur umum di bawah naungan Yayasan Batu Emas ini langsung tancap gas menyajikan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinanti-nantikan ribuan pelajar di Lombok Barat.

Sebagai dapur percontohan pertama yang beroperasi sejak 29 September 2025, SPPG Karang Bongkot memikul tanggung jawab besar. Berhentinya operasional kemarin menjadi evaluasi penting, namun komitmen yayasan untuk menyukseskan program nasional ini tidak surut.

Baca Juga: MBG Lobar Tersendat, SPPG Tunggu Dana BGN

"Ini adalah dapur pertama, otomatis menjadi barometer bagi SPPG lainnya yang akan dibangun. Kami tidak main-main. Pengawasan ketat dari hulu ke hilir, mulai dari sortir bahan baku, proses masak, hingga distribusi ke sekolah, semuanya mengacu pada standar ketat BGN," tegas Pemimpin Yayasan Batu Emas, Muhazam, SP.

Salah satu kunci sukses kembalinya operasional SPPG ini adalah kejelian dalam meracik menu. Bukan sekadar sehat, makanan yang disajikan setiap hari dibuat bervariasi dan disesuaikan dengan selera anak-anak zaman sekarang.

Menu yang disiapkan SPPG Karang Bongkot selalu menggugah selera ribuan pelajar penerima manfaat MBG.
Menu yang disiapkan SPPG Karang Bongkot selalu menggugah selera ribuan pelajar penerima manfaat MBG.

Hasilnya? Sangat efektif. Wadah makanan atau ompengan yang dikirim ke sekolah-sekolah selalu kembali dalam kondisi kosong melompong. Para siswa menyantap habis jatah makan mereka tanpa sisa, membuktikan bahwa makanan massal pun bisa tampil dengan rasa kelas satu.

Jaga Higienitas untuk 2.615 Penerima Manfaat

Mengelola makanan untuk 2.615 porsi setiap harinya tentu bukan perkara mudah. Namun, SPPG Karang Bongkot membuktikan bahwa kuantitas besar tidak membuat mereka berkompromi dengan kualitas. Standar sanitasi dan higienitas lingkungan dapur tetap dijaga ketat agar makanan yang sampai ke tangan siswa dipastikan steril dan padat gizi.

Baca Juga: Reformasi BGN dan MBG

Saat ini, jangkauan distribusi SPPG Karang Bongkot telah mencakup 22 institusi pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD, TK, SD, SMPN 2 Labuapi, hingga tingkat SMA. Seluruh penerima manfaat ini tersebar di empat wilayah strategis, yakni Desa Karang Bongkot, Desa Perampuan Kuranji, Desa Kuranji Dalang dan Desa Telaga Waru

Dengan kembali aktifnya dapur ini, keberlanjutan gizi anak-anak di wilayah Labuapi dan sekitarnya dipastikan kembali terjamin.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Yayasan Batu Emas #Mbg #Sekolah #Karang Bongkot #makanan