Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perjuangan Marisa Merintis Usaha Cilok Ngangak, dari Utang Rp 200 Ribu, Kini Pasok 3 Ton Cilok Sehari

Hamdani Wathoni • Senin, 29 Juni 2026 | 14:20 WIB
PANTANG MENYERAH: Marisa, pemilik usaha Cilok Ngangak di Lombok Barat menceritakan perjuangannya merintis dari nol. (Toni/Lombok Post)
PANTANG MENYERAH: Marisa, pemilik usaha Cilok Ngangak di Lombok Barat menceritakan perjuangannya merintis dari nol. (Toni/Lombok Post)

LombokPost - Memulai bisnis dari titik nol bukanlah perkara mudah, namun Marisa berhasil membuktikannya.

Perempuan asal Desa Gunungsari, Lombok Barat ini sukses menyulap modal pinjaman sebesar Rp 200 ribu menjadi bisnis kuliner yang kink mempekerjakan hampir 90 karyawan.

Produk Cilok Ngangak kini menjadi salah satu jajanan paling diburu pencinta kuliner. Setiap harinah, cilok ini diproduksi mencapai 2 hingga 3 ton setiap harinya.

Kisah sukses Marisa tidak diraih dalam semalam. Sepuluh tahun lalu, impitan ekonomi yang mencekik memaksa dirinya untuk memutar otak. Tanpa latar belakang pengusaha, ia memberanikan diri meminjam uang Rp 200 ribu dari sang kakak untuk modal membuat cilok.

"Awalnya tidak mulus. Saya titip ke TK dan SD, itu pun sistemnya hanya dibayar yang laku saja. Malah kami yang harus menanggung semua biaya operasional, mulai dari panci hingga plastik pembungkus," kenang Marisa kepada Lombok Post. 

Baca Juga: Dukung Pertumbuhan UMKM Desa, DPMPTSP Lobar Siap Fasilitasi Perizinan Cilok Ngangak

Pada masa-masa sulit itu, keuntungan yang dikantongi sering kali hanya berkisar Rp 40 ribu per hari.

Marisa mengakui empat tahun pertama adalah masa-masa terberat di mana ia harus jatuh bangun mempertahankan usahanya. Namun, kecintaannya pada cilok membuatnya menolak untuk menyerah. 

Lewat proses otodidak yang diwarnai berkali-kali kegagalan, ia terus berinovasi mengevaluasi resep, memperbaiki tekstur, hingga menambahkan variasi rasa. Baru pada enam tahun terakhir, fokus dan ketekunannya mulai membuahkan hasil yang manis.

​Nama 'Ngangak' sendiri diambil dari karakter sambal khasnya yang super pedas, hingga membuat siapa saja yang memakannya sukses menganga menahan pedas.

Namun, bukan hanya pedas yang dicari pelanggan. Kualitas rasa yang konsisten, tekstur yang pas, serta dominasi rasa daging yang kentara membuat Cilok Ngangak memiliki tempat tersendisir di hati konsumen.

"Banyak pelanggan yang bilang, kalau beli di tempat lain rasanya beda. Cilok Ngangak punya ciri khas tersendiri yang langsung bisa dikenali," tambah Marisa bangga.

Baca Juga: Produksi Cilok Merecon Ngangak Bisa Habiskan 650 Kilogram Adonan Sehari

​Kini, Marisa tidak perlu lagi berkeliling menjajakan dagangannya. Setiap hari, para agen dan pembeli langsung datang mengantre di tempat produksinya untuk mengambil pasokan.

Cilok-cilok tersebut kemudian didistribusikan kembali ke berbagai wilayah. Dari sebuah usaha rumahan berbasis keterpaksaan ekonomi, Cilok Ngangak kini bertransformasi menjadi tumpuan ekonomi bagi puluhan kepala keluarga yang menjadi karyawannya.

Editor : Kimda Farida
#UMKM #cilok #Lombok Barat #usaha #inspiratif