LombokPost — Lurah Dasan Geres Umar Syarafudin terus berupaya menghidupkan sepak bola di Kecamatan Gerung. Mengambil langkah progresif bersama rekan-rekan alumninya, ia menginisiasi pembentukan kembali Sekolah Sepak Bola (SSB) Mectron-2000 pada tahun 2022 lalu.
Langkah ini diambil sebagai wadah positif bagi generasi muda sekaligus upaya menghidupkan kembali kejayaan klub Mectron yang sempat bubar.
"Sejarahnya karena kami melihat dunia sepak bola di Kecamatan Gerung khususnya, sudah mati suri. Tidak ada pengkaderan, pembinaan, maupun pembibitan. Itu yang membuat kami bersama teman-teman berinisiatif mengadakan SSB," ujar Umar Syarafudin.
Nama Mectron sendiri diambil dari klub sepak bola lawas yang berdiri pada tahun 1998, di mana Umar dan rekan-rekannya pernah aktif bermain pada periode tahun 2000 hingga 2006.
Melalui ikatan reuni, para alumni sepakat meniupkan kembali ruh Mectron ke dalam bentuk sekolah sepak bola untuk anak-anak usia dini. Saat ini, SSB Mactron-2000 fokus membina anak-anak mulai dari usia 8 hingga 14 tahun.
Latihan rutin dipusatkan di Lapangan Mareje Gerung sebanyak tiga kali seminggu, yaitu pada Selasa sore dan Kamis sore pukul 16.00 WITA, serta Minggu pagi pukul 07.30 WITA. Pembinaan intensif ini pun langsung membuahkan hasil manis di tingkat internasional.
Pada turnamen sepak bola bergengsi Bali Seven 2026, SSB Mectron-2000 sukses menembus Cluster Diamond untuk kategori usia U-10, U-12, dan U-14.
Dalam perjalanannya di Bali, mereka berhasil menumbangkan perwakilan dari India, tim Bulldog Denpasar, serta tim dari Sumatera dan Kalimantan Timur, sebelum akhirnya gugur di babak semifinal.
Baca Juga: Sungai Dasan Geres Penuh Sampah, Dinas PUTR Lobar Minta Warga Stop Buang Sampah ke Sungai
Di balik prestasi tersebut, Umar menekankan bahwa misi utama SSB ini adalah membangun karakter anak.
"Tentu ini untuk mengurangi anak-anak bermain gadget dan game online, serta mencegah mereka melakukan hal-hal yang tidak baik. Kami ingin mereka lebih fokus menjalin silaturahmi, serta meningkatkan kualitas dan prestasi di bidang olahraga," pungkasnya.