LombokPost — Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) resmi memiliki nahkoda baru.
Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Hotel Jayakarta, Kamis (2/6), H. Haerudin terpilih sebagai calon tunggal sekaligus Ketua Gapensi Lobar periode berikutnya.
Menghadapi tantangan dunia konstruksi yang semakin kompetitif, jajaran pengusaha lokal dituntut untuk mengubah pola pikir dan terus meningkatkan kualitas diri.
"Kita semua melihat pengusaha itu sama dari segi kompetensi dan profesionalisme. Apalagi sekarang sudah era digital, sistem yang ada sudah berskala nasional," ujar Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini yang turut menghadiri acara Gapensi.
Bupati LAZ, sapannya menekankan pentingnya profesionalisme dan kompetensi bagi para pengusaha jasa konstruksi di era digital saat ini.
Menurutnya, sistem pengadaan dan pelaksanaan proyek saat ini sudah terintegrasi secara nasional.
Baca Juga: Anggota Gapensi NTB Soroti Banyak BUMD yang 'Sakit': Harus Dikelola Orang Profesional
Sehingga tidak ada lagi batasan sekat antara pengusaha lokal maupun non-lokal.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa membatasi masuknya kontraktor luar jika sistem yang berlaku memang membuka ruang untuk itu.
Untuk itu, jalan satu-satunya bagi pengusaha lokal adalah beradaptasi dan meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing.
"Harapan saya, tingkatkan kompetensi, jaga integritas, dan harus bisa beradaptasi dengan situasi yang ada," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Gapensi Lobar terpilih H. Haerudin, mengakui bahwa dinamika dan tantangan yang dihadapi organisasi ke depan cukup berat.
Terlebih dengan adanya fluktuasi harga bahan bangunan dan ketatnya persaingan.
Namun, ia optimis Gapensi Lobar bisa tetap eksis dan menjadi tuan rumah di daerah sendiri jika seluruh anggota menjaga kekompakan.
"Kuncinya adalah kita harus kompak, bersatu, saling menghargai, dan saling menghormati. Kita tidak bisa berjalan dengan baik kalau internal kita tidak solid," kata Haerudin.
Baca Juga: Tutup Peluang Korupsi, Ketua Gapensi Minta Regulasi Proyek DAK di Dinas Dikbud NTB Diubah
Lebih lanjut, Haerudin menyoroti pentingnya perputaran ekonomi di daerah. Jika proyek-proyek pembangunan di Lombok Barat dikerjakan oleh kontraktor lokal, maka perputaran uangnya akan tetap berada di Lobar dan berdampak positif bagi masyarakat setempat.
Sebaliknya, jika dikerjakan pihak luar, potensi ekonomi tersebut akan ikut keluar.
Untuk menjembatani hal tersebut, Haerudin berkomitmen untuk membangun komunikasi yang intensif dan sehat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkup Pemkab Lobar.
"Langkah awal kita adalah menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan OPD-OPD terkait. Kita sampaikan kondisi riil di lapangan dan bersama-sama mencari solusi terbaik agar kemitraan ini bisa saling mendukung demi kemajuan Lombok Barat," pungkasnya.