LombokPost — Pekan Kesenian Senggigi kembali menjadi magnet bagi wisatawan. Memasuki pekan kedua penyelenggaraan, Sabtu (4/7), kawasan Amphitheatre Pasar Seni Senggigi dipadati ratusan pengunjung yang datang untuk menikmati beragam pertunjukan seni dan budaya khas Lombok Barat.
"Antusiasme masyarakat terlihat meningkat dibandingkan pekan sebelumnya. Tidak hanya warga lokal dan wisatawan domestik, sejumlah wisatawan mancanegara yang menginap di hotel maupun resor di kawasan Senggigi juga tampak hadir dan membaur bersama pengunjung," jelas Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Lombok Barat Agus Gunawan.
Mereka menikmati setiap penampilan, mengabadikan momen dengan kamera, bahkan ikut berinteraksi dengan para penampil dan masyarakat.
Pada pekan kedua ini, panggung Pekan Kesenian Senggigi diisi oleh penampilan para pelajar dan kelompok seni dari Kecamatan Gunungsari.
Berbagai atraksi budaya yang ditampilkan berhasil menghidupkan suasana kawasan wisata yang selama ini menjadi ikon pariwisata Lombok Barat.
Baca Juga: Pekan Kesenian Festival Senggigi Dimulai, Pariwisata Kian Ramai
Cuaca yang cerah turut mendukung kelancaran kegiatan. Langit biru dan angin pantai yang sejuk membuat pengunjung betah menyaksikan seluruh rangkaian pertunjukan hingga malam hari.
Kondisi tersebut menambah kenyamanan wisatawan untuk menikmati suasana kawasan Senggigi yang kembali bergairah.
Kadisparekrafpora Lobar mengaku bersyukur atas tingginya minat masyarakat menghadiri kegiatan tersebut. Menurutnya, jumlah pengunjung pada pekan kedua meningkat dibandingkan pelaksanaan perdana.
"Pekan Kesenian Senggigi di minggu kedua ini lebih ramai dari sebelumnya. Ini menjadi sinyal positif bahwa masyarakat dan wisatawan mulai kembali menjadikan Senggigi sebagai destinasi untuk menikmati hiburan dan budaya," ujarnya.
Agus menjelaskan, Pekan Kesenian Senggigi merupakan bagian dari rangkaian Festival Senggigi 2026 yang dijadwalkan berlangsung setiap akhir pekan hingga Agustus mendatang. Pemerintah daerah bahkan menargetkan kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setelah festival berakhir.
"Kita harapkan setelah Agustus kegiatan ini tetap bisa kita selenggarakan setiap pekan. Bahkan bukan hanya Sabtu, tetapi juga Minggu, sehingga ada aktivitas yang terus menghidupkan kawasan Senggigi," katanya.
Baca Juga: Wajah Baru Dermaga Senggigi, Trip dan Penumpang Kapal Cepat Meningkat Puluhan Kali Lipat
Menurut Agus, penyelenggaraan agenda seni dan budaya secara rutin tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi para seniman dan generasi muda, tetapi juga menjadi strategi untuk meningkatkan daya tarik wisata Lombok Barat.
Kehadiran atraksi yang konsisten diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan, meningkatkan tingkat hunian hotel, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha dan UMKM di sekitar kawasan wisata.
Ia berharap Festival Senggigi dapat menjadi momentum kebangkitan destinasi wisata yang sempat mengalami penurunan kunjungan dalam beberapa tahun terakhir.
"Kita harapkan Festival Senggigi ini bisa membangkitkan kembali Senggigi supaya lebih ramai, okupansi hotel meningkat, masyarakat mendapatkan hiburan, UMKM ikut bergerak, dan semakin banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Lombok Barat," pungkasnya.
Editor : Kimda Farida