GIRI MENANG-Setelah sekian lama tinggal di KJRI Jeddah Arab Saudi, akhirnya Sri Wahyuni, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Lembar Selatan pulang, kemarin malam (24/9). Sri adalah satu dari sekian TKW yang mengalami pengalaman pahit bekerja di Arab Saudi.
Ia disiksa oleh majikannya dengan cara dipukul, dicambuk, hingga disiram air panas. "Tadi malam (kemarin malam, Red) tiba di rumah," aku Sri kepada wartawan.
Sebenarnya Sri sudah tiba di Indonesia tanggal 7 September lalu. Ia dijemput Bareskrim Polri di Jakarta untuk diminta keterangan dan mengikuti pemeriksaan. Kepada pihak kepolisian, Sri menceritakan penderitaan yang ia alami ketika bekerja di Arab Saudi akibat disiksa majikannya.
Ia menuturkan, dirinya berangkat ke Arab Saudi sekitar tahun 2017 lalu. Saat itu, ia berangkat melalui salah seorang penyalur TKI asal Lombok Tengah. Saat berangkat, ia mengaku tidak tahu apakah dirinya berangkat ke Arab Saudi melalui jalur resmi atau tidak. "Karena kita ditawarkan bekerja saja, saya nggak tahu apakah jalur resmi atau ilegal," akunya.
Tanpa melalui proses yang lama, seperti pelatihan atau semacamnya, ia akhirnya berangkat ke Arab Saudi. Sri bekerja di salah satu rumah sebagai pembantu rumah tangga. Beberapa bulan bekerja, ia mengaku semua berjalan lancar tak ada kendala.
"Enam bulan saya bekerja, semua baik-baik saja. Gaji saya juga lancar selama enam bulan. Sekitar 1.000 Riyal," akunya.
Namun entah apa alasannya, setelah enam bulan bekerja, tabiat majikannya berubah. Ia kerap marah hingga menyiksa Sri. Majikannya memukulinya dengan dicambuk hingga menyiramnya dengan air panas. Membuat sekujur tubuhnya lebam hingga luka parah.
"Saya juga tidak tahu alasan dia menyiksa saya. Makanya saya sempat lari dan lapor polisi, tapi oleh pihak kepolisian di sana, saya dikembalikan ke majikan," akunya.
Akibatnya, selama setahun ia akhirnya bertahan bekerja di rumah majikannya tersebut. Selama itu pula ia mendapat penyiksaan bertubi-tubi. Pukulan demi pukulan ia terima dari majikannya yang perempuan. Sekujur tubuhnya lebam. Namun demikian ia tidak diperbolehkan keluar rumah.
Berbagai cara dilakukan Sri untuk kabur dari rumah tersebut. "Karena saya sudah nggak tahan disiksa sampai disiram air panas. Bekasnya masih ada di lengan dan kaki saya sampai sekarang," akunya.
Beruntung untuk kali kedua, ia berhasil melarikan diri. Ia berlari jauh dari rumah majikannya hingga diberikan tumpangan oleh salah seorang warga yang diketahuinya bernama Madam. Orang tersebut melaporkan kondisi Sri ke aparat kepolisian di lokasi yang berbeda. Sehingga ia kemudian ditangani dan diarahkan ke KJRI Jeddah di Arab Saudi.
Sri akhirnya mendapat perawatan selama di KJRI Jeddah. Ia menceritakan semua yang ia alami sehingga pihak KJRI diketahui membantunya mengurus masalahnya. Termasuk mengambil gajinya selama satu tahun yang tidak diberikan oleh majikannya.
"Sekitar 12 ribu riyal yang belum dikasih. Itu sudah diambilkan pihak KJRI. Katanya akan ditransfer ketika saya sudah di rumah," akunya.
Namun hingga kemarin, Sri mengaku belum memberitahukan kepada pihak KJRI jika dirinya sudah tiba di Lombok. Ia mengaku sudah diberikan buku rekening dan ATM untuk mengambil uangnya nanti di bank.
"Pagi-pagi tadi saya ke Lombok Tengah untuk menengok anak saya," ujar perempuan yang kini sudah menjanda itu.
Dengan pulangnya Sri, Kepala Dusun Pesanggaran Desa Lembar Selatan Suhaimi berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran. Ia berharap tidak ada lagi warganya yang tergiur untuk menjadi TKW bekerja di Arab Saudi lewat jalur ilegal.
"Kami berharap juga calo yang menyalurkan tenaga kerja ilegal ini bisa segera diusut," pintanya.
Karena para calo TKW ataupun TKI ilegal terkesan lepas tangan dengan nasib yang dialami para tenaga kerja. Padahal, mereka mendapat keuntungan dari penyaluran tenaga kerja tersebut. "Kalau ada yang butuh kerja, kita harap warga kita melalui Dinas Tenaga Kerja agar mereka berangkat secara resmi dan mendapat pelatihan," tandasnya. (ton/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post