Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ngaku Timses Bupati, Oknum ASN Lotim Diduga Tipu Warga

Administrator • Jumat, 14 Februari 2020 | 00:05 WIB
Photo
Photo
SELONG-Sukarman Tahriri, warga Batu Nyala, Desa Surabaya Utara, Kecamatan Sakra Timur melayangkan surat pengaduan ke bupati Lotim. Dia mengadu sebagai korban penipuan oleh oknum ASN Lotim. “Saya dimintai uang untuk dapat SK Bupati,” kata Sukarman, kemarin (12/2).

 

Sukarman tidak sendiri. Yang bertanda tangan di surat pengaduan itu ada enam orang bersama dirinya. Ada Yusri Hadi warga Masbagik Utara, Kecamatan Masbagik, M Irwansyah dan Lalu Hendi warga Kelurahan Sandubaya,  Kecamatan Selong.

 

Dua orang lainnya adalah L Susbadri warga Kelurahan Kembang Sari dan Ahmad Amman Zainuri warga Kelurahan Sekarteja, Kecamatan Selong. “Kami dimintai uang. Dan sampai saat ini yang dijanjikan tak kunjung nyata,” jelasnya.

 

Lalu Hendi menerangkan, oknum ASN yang dilaporkan berinisial SS. Kata Hendi, oknum tersebut mengatakan dirinya sebagai timses Sukma (Sukiman-Rumaksi). Karena itu, ia menawarkan kepada Hendi sebuah proyek pengerjaan irigasi dan pengadaan ternak sapi. “Saya menyerahkan uang Rp 15 juta,” kata Hendi.

 

SS merupakan tetangganya sendiri. Karena itulah, ia menaruh kepercayaan pada oknum tersebut. Proses transaksi terjadi pada 2019 lalu. Selain itu, kata Hendi, SS merupakan orang Desa Rumbuk. Masing-masing warga yang melapor ini mengalami kerugian materi bervariasi. Ada yang Rp 15 juta, Rp 5 juta, Rp 20 juta. “Totalnya ada Rp 60 juta lebih,” jelasnya.

 

Hendi menerangkan, pengaduan ini merupakan langkah akhir yang dilakukan. Sebelumnya, sudah beberapa kali ia mencoba menyelesaikan persoalan itu dengan jalan mediasi. Tapi SS tak menunjukkan iktikad baik untuk mengembalikan uang yang telah diterimanya. “Sengaja kami bongkar. Karena selain rugi materi, kami juga terbebani secara moril,” ujarnya.

 

Pelapor lainnya mengadukan hal serupa. Tapi cara dan kasusnya berbeda-beda. “Kami ingin bupati tahu tabiat orang yang mengatasnamakan diri tim suksesnya,” jelasnya.

 

Surat tersebut ditembuskan juga ke BKPSDM Lotim. Sekretaris BKPSDM Lotim Lalu Alwan Wijaya menerangkan belum menerima surat tersebut. Menurutnya, setiap aduan yang masuk akan diproses. “Tentu akan kita dalami dulu kasusnya,” kata Alwan. (tih/r5 Editor : Administrator
#ASN #Pemkab Lotim #Honorer #Rumaksi #Calo SK #Penipuan #Selong #pidana #Sukiman Azmi #SK Bodong