LombokPost-Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit sapi dari dana pokir anggota DPRD Lombok Barat (Lobar) belum menunjukkan progres signifikan. Sejauh ini belum ada tanda-tanda Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram akan menetapkan tersangka dalam kasus ini.
“Tolong maklumi kami, itu tidak berhenti. Penyidikan masih berjalan,” jelas Kajari Mataram Ivan Jaka ditemui Lombok Post di kantornya.
Ivan tak menampik penanganan kasus ini dianggap lamban oleh banyak pihak. Lantaran hingga saat ini belum ada progress signifikan atas penanganan kasus yang disinyalir melibatkan anggota dewan ini.
“Benar, memang terkesan lama. Tetapi itu tidak diam di tempat, tetap berjalan. Tunggu saja,” terangnya.
Selain menangani kasus dugaan korupsi pengadaan bibit sapi pokir anggota DPRD Lobar, Kejari Mataram saat ini juga tengah manangani kasus dugaan korupsi KUR BRI di Unit Gerung dan Kebon Roek. Ia mengaku penanganan kasus ini akan terus berjalan hingga nanti ada penetapan tersangka.
Mana yang duluan? “Malah duluan sapi Lobar (untuk penetapan tersangka). Cuma alat bukti untuk kasus sapi ini yang ditelusuri. Objeknya kan hewan,” cetusnya.
Dikatakan, kerugian negara ditentukan dari ukuran dan tinggi sapi ini. Sementara dalam beberapa tahun ini, ukuran dan tingginya tentu sudah berubah.
“Kami cari celahnya dulu agar tidak sembarangan kami bertindak. Kalau sembarangan kemudian bebas, itu nggak bisa diangkat lagi,” ucapnya.
Apakah penetapan tersangka bisa tahun ini? Ivan tak berani memastikan. “Mudah-mudahan,” harapnya. (ton/r1)
Editor : Marthadi