LombokPost-Penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit sapi di Dinas Pertanian Lombok Barat (Lobar) tahun 2020 masih berjalan.
“Kami sudah koordinasi dengan Inspektorat, pekan lalu sudah dilakukan eskpose. Didapatkan data tambahan,” terang Kasi Intelijen Kejari Mataram Muhammad Harun Al Rasyid.
Hal ini sekaligus membantah anggapan jika kasus ini “ditidurkan”.
Harun menegaskan, penanganan kasus ini tetap berjalan.
Kini, Kejari Mataram tinggal menunggu hasil audit Inspektorat NTB untuk menentukan kerugian negara.
“Kasus ini masih tetap berstatus penyidikan,” katanya.
Pihaknya saat ini memang masih belum bisa menetapkan tersangka kasus ini.
Kejari Mataram akan melihat dulu kerugian negara berdasarkan audit Inspektorat.
Semua pihak terkait sudah dimintai keterangan.
Baik dari anggota DPRD Lobar, PPK dan KPA di Dinas Pertanian Lobar.
Tidak menutup kemungkinan mereka yang sudah diperiksa akan kembali dimintai keterangan jika dibutuhkan oleh penyidik.
“Kami tidak ingin tergesa-gesa. Jangan sampai nanti ketika di pengadilan justru bebas (karena buktinya tidak kuat),” jelasnya.
Harun menegaskan pihaknya terus berprogres terkait penanganan dugaan korupsi pengadaan bibit sapi yang anggarannya bersumber dari dana pokir dewan tersebut.
Diketahui, kasus pengadaan bibit sapi yang diatensi Kejari Mataram ini adalah program tahun 2020.
Saat itu, Pemkab Lobar mengadakan program bantuan bibit sapi eksotis atau simental, bibit sapi jantan, dan bibit sapi betina.
Sesuai data dari laman resmi LPSE Lobar, paket pengadaan jenis bibit sapi eksotis atau simental memiliki pagu anggaran Rp 540 juta.
Proyek tersebut dikerjakan perusahaan berinisial NMU asal Kabupaten Lombok Tengah dengan harga penawaran Rp 489 juta.
Kemudian perusahaan NMU kembali menang tender pada paket kedua untuk pengadaan bibit sapi jantan dengan harga penawaran Rp 453,6 juta dari pagu anggaran Rp 504 juta.
Paket ketiga juga dimenangkan NMU untuk pengadaan bibit kambing dengan harga penawaran Rp 255 juta dari pagu anggaran paket Rp 300 juta.
Paket keempat dianggarkan melalui APBD Perubahan 2020.
Pengadaan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Lobar dengan pagu anggaran Rp 2,244 miliar untuk pengadaan 264 bibit sapi betina.
Tender pengadaan bibit sapi paket keempat diikuti 34 peserta.
Pemenangnya, perusahaan BJ yang memberikan penawaran Rp 1,977 miliar.
Perusahaan ini diketahui beralamat di Kota Bima. (ton/r1)
Editor : Marthadi