“Sementara pelaku masih dalam pencarian,” kata Kapolres Lobar AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi, Minggu (12/5).
Sebelumnya, ponpes di Desa Persiapan Pesisir Mas, Kecamatan Sekotong, itu dirusak massa, Rabu (8/5) malam. Aksi perusakan tersebut dipicu oleh informasi dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum pengasuh sekaligus pemilik ponpes inisial MA.
Aparat kepolisian dari Polsek Sekotong dan Polres Lobar segera turun ke lokasi mengamankan situasi.
Kapolsek Sekotong Iptu I Ketut Suriarta mengatakan sejauh ini kondisi Desa Persiapan Pesisir Mas berangsur kondusif.
”Tapi sekarang operasi ponpes sudah ditutup. Kemarin pihak Kemenag juga sempat turun ke lokasi,” kata Suriarta.
Senada dengan kapolres Lobar, Suriarta mengatakan sampai saat ini keberadaan MA belum diketahui. Saat kejadian perusakan ponpes, MA tidak ada di lokasi.
“Keberadaannya masih diselidiki. Sekarang kami fokuskan pengamanan situasi di masyarakat dulu,” ucapnya.
Terpisah, Direktur Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram Joko Jumadi mengatakan, pihaknya sudah melaporkan terduga pelaku pelecehan seksual MA ke Polres Lobar. Laporan dilayangkan sehari pasca kejadian atau Kamis (9/5).
Ia berharap polisi memberikan atensi serius terhadap persoalan ini. Mengingat dua orang korban diduga sudah disetubuhi oleh MA.
“Dari keterangan lima korban, dua orang yang disetubuhi. Sisanya dicabuli. Jadi totalnya lima orang,” bebernya.
Para korban sudah diberikan pendampingan psikologi dan telah dilakukan visum. Para korban yang masih duduk di bangku Madrasah Aliyah atau setingkat SMA tersebut kini sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
Joko berharap pelaku segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dan mendapatkan hukuman berat. (ton/r1)
Editor : Marthadi