"Perlu kami sampaikan jika anak (santriwati) ini adalah anak yang baik. Adakah anak yang baik yang disayangi teman-temannya dipukuli?” kata Pengasuh Ponpes Al-Aziziyah Ustad Amirudin.
Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan dari rekannya, santriwati tersebut memiliki riwayat penyakit.
Ada jerawat di bagian hidungnya yang kemudian ditusuk menggunakan jarum pentul berkarat hingga dipencet.
Santriwati tersebut sudah diingatkan rekannya agar tidak melakukannya karena berisiko infeksi.
”Kemudian pulang tahfiz matanya terlihat bengkak dan ditanyakan oleh temannya. Namun dia juga menjawab tidak tahu. Jadi tidak ada peristiwa pemukulan, kami sudah investigasi,” klaimnya.
Jika ada pihak yang menduga adanya aksi penganiayaan, dia mempersilakan mereka datang mengusut pelakunya.
Bahkan pihak ponpes mempersilakan pihak kepolisian melakukan penyelidikan.
”Kami buka pintu. Kami tidak akan menutupi apa pun demi menjaga nama besar Ponpes Al-Aziziyah,” tegasnya.
Ustad Amirudin menyayangkan informasi yang beredar di media sosial tidak pernah ada upaya tabayyun atau konfirmasi ke pihak ponpes. Sehingga informasi yang beredar di media sosial terkesaan menjadi fitnah.
”Saya mengingatkan kita dan diri saya, dosa orang memfitnah itu lebih besar dari pembunuhan,” kata dia mengingatkan.
Dia juga menegaskan bahwa yang paling tahu penyebab penyakit santri tersebut seharusnya pihak rumah sakit. Apakah penyebabnya karena penganiayaan atau tidak. Bukan dari orang yang tidak kompeten.
“Supaya masyarakat tahu, anak ini tinggal di kamar 27 lantai tiga, kamar utama. Ini adalah kamar untuk santri yang teladan dan dijadikan panutan karena bagus prestasinya secara akademik dan akhlaknya,” pungkasnya. (ton/r8)
Editor : Marthadi