Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pengacara Al-Aziziyah Yakin Tak Ada Penganiayaan, LPA Mataram Diminta Dampingi Saksi Anak dari Ponpes

Galih Mega Putra S • Rabu, 10 Juli 2024 | 10:06 WIB
BERI KETERANGAN: Herman Sorenggana (pegang microphone) bersama tim kuasa hukum Ponpes Al-Aziziyah saat memberikan keterangan pers, kemarin (9/7).(TONI/LOMBOK POST)
BERI KETERANGAN: Herman Sorenggana (pegang microphone) bersama tim kuasa hukum Ponpes Al-Aziziyah saat memberikan keterangan pers, kemarin (9/7).(TONI/LOMBOK POST)
LombokPost-Proses hukum kasus dugaan penganiyaan terhadap santriwati Ponpes Al-Aziziyah Nurul Izzati terus berlanjut.
 
Belasan saksi dari pihak ponpes telah dimintai keterangan oleh penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram.
 
Setelah mendengarkan keterangan para santriwati saat menjadi saksi, kuasa hukum Ponpes Al-Aziziyah Herman Sorenggana merasa yakin tidak ada penganiayaan yang terjadi di Ponpes.
 
“Setelah melihat situasi di dalam pondok dan meminta keterangan dari santri, tidak pernah ada kejadian atau kegaduhan apalagi pemukulan sampai parah. Ini pasti diketahui oleh penghuni asrama dan santriwati yang ada di Pondok,” bantah dia saat konferensi pers, Selasa (9/7).
 
Keyakinan itu diperkuat dengan pernyataan para santriwati bahwa tidak ada indikasi penganiayaan.
 
“Keterangan yang disampaikan (saat penyidikan), tidak ada satu pun yang mengarah pada penganiayaan,” ungkap Herman.
 
Namun demikian, dia tidak mau mendahului proses penyidikan.
 
 
Sehingga mereka terbuka dengan proses hukum yang sedang berlangsung.
 
Mereka hanya meminta proses hukum dilaksanakan secara fair dan adil.
 
Herman mengaku saat ini mereka sudah menggandeng pihak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, baik dalam proses hukum maupun pembinaan santri dan santriwati ke depan.
 
“Kami sudah berkoordinasi dengan LPA Kota Mataram. Kami sama-sama berkomitmen mengawal ini pada proses hukum yang dijalankan. Kita harus dengan fair untuk menguak tabir dan misteri ini,” ungkapnya.
 
 
LPA Kota Mataram akan bersama-sama mendampingi anak-anak yang dipanggil sebagai saksi bersama dengan peksos dan kuasa hukum.
 
“Kedua, kesepakatan kami dengan LPA Kota Mataram kami terlibat dalam kegiatan sosialisasi (masa orientasi santri) bagaimana pengasuhan-pengasuhan anak yang nantinya dijalankan di Pondok pesantren,” papar pria yang juga menjadi alumni Ponpes Al-Aziziyah tersebut.
 
Kepala Instalasi Forensik RS Bhayangkara Mataram Iptu I Nyoman Madiasa menyampaikan hasi otopsi akan keluar hari ini.
 
Hasil otopsi  ini akan menjadi kunci untuk menguak penyebab meninggalnya Nurul Izzati, santriwati Ponpes Al-Aziziyah asal NTT.
 
“Saya telepon tadi (kemarin), hasilnya infonya keluar besok (hari ini, red) dan lanjut penyusunan akhir hasil otopsi,” jelas Madiasa. (ton/r8) 
Editor : Kimda Farida
#Ponpes #hukum