Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Polisi Periksa Tujuh Santriwati dan Dua Perawat Klinik Ponpes Al-Aziziyah

Galih Mega Putra S • Sabtu, 13 Juli 2024 | 11:34 WIB
BERIKAN KETERANGAN: Sejumlah santriwati Ponpes Al-Aziziyah saat dimintai keterangan aparat Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram, kemarin (12/7).(TONI/LOMBOK POST)
BERIKAN KETERANGAN: Sejumlah santriwati Ponpes Al-Aziziyah saat dimintai keterangan aparat Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram, kemarin (12/7).(TONI/LOMBOK POST)

LombokPost-Pemeriksaan terhadap saksi dari Ponpes Al-Aziziyah kembali dilanjutkan, Jumat (12/7).

Pemeriksaan pihak ponpes kali ini didampingi penasihat hukum, pekerja sosial (Peksos), dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram.

Penyidik Satreskrim Polresta Mataram memeriksa 10 orang saksi dari pihak ponpes.

Dengan rincian, tujuh orang santriwati, dua perawat klinik, dan tukang dapur ponpes.

Mereka ditanya seputar informasi yang diketahui tentang Nurul Izzati, santriwati yang diduga menjadi korban penganiayaan dan meninggal dunia.

Pertanyaan penyidik lebih banyak mengenai aktivitas di sekolah hingga aktivitas di asrama.

Sementara untuk pihak perawat klinik ponpes, mereka ditanya perihal kondisi awal mula Nurul Izzati sakit ketika berada di ponpes.

Termasuk penyakit dan keluhan yang dialami almarhumah saat berada di ponpes.

Pemeriksaan para santriwati dan pihak perawat hingga tukang dapur ponpes ini berlangsung sejak pukul 11.00 Wita hingga sore.

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama menjelaskan, saat ini pihaknya memang masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak untuk melengkapi data yang dibutuhkan.

"Pemeriksaan dari pihak ponpes memang masih kami butuhkan, sehingga kami lakukan pemanggilan," kata Yogi.

Setelah pemeriksaan dari pihak ponpes selesai, baru dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi ahli dari dokter spesialis forensik. Langkah ini untuk mencocokkan data hasil otopsi dari instalasi forensik RS Bhayangkara.

"Cuma sekarang hasil otopsinya belum kami terima. Nanti kalau sudah kami terima, baru kami periksa saksi ahli dari pihak forensik," jelasnya.

Total saksi yang telah diperiksa sebanyak 34 orang. Di antaranya, kalangan santriwati, mudabbiroh, pengurus asrama, tenaga kesehatan di klinik, puskesmas, rumah sakit hingga pihak keluarga korban. (ton/r8)

Editor : Kimda Farida
#Ponpes #santri