LombokPost-Kasus dugaan penganiayaan santriwati Ponpes Al-Aziziyah, Lombok Barat, Nurul Izzati belum ada titik terang.
Penyidik Satreskrim Polresta Mataram masih sibuk memeriksa saksi-saksi.
Kapolresta Mataram Kombes Pol Ariefaldi Warganegara memastikan pihaknya akan mengusut kasus ini sampai tuntas.
”Saat ini pemeriksaan saksi masih berjalan. Kami merencanakan akan memeriksa psikolog. Kami juga akan bekerja sama dengan Kemenag (menangani kasus),” jelas kapolres, akhir pekan lalu.
Dalam penanganan kasus ini, Ariefaldi menegaskan pihaknya tetap profesional.
”Pasti kami profesional. Siapa yang mesti bertanggung jawab, harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Ditanya indikasi perbuatan melawan hukum (PMH), perwira tiga mawar ini enggan membocorkan.
Dia beralasan sudah masuk ke dalam teknis penyidikan. Sehingga tidak bisa diungkapkan sementara ini.
”Unsur PMH juga harus dibuktikan dengan alat bukti,” ujar dia.
Untuk hasil otopsi jenazah Nurul Izzati, kapolresta mengaku, sudah diterima secara lisan. Namun hasil otopsi tersebut belum diteliti dan dianalisis penyidik secara detail.
”Yang jelas kami tetap melakukan pemeriksaan. Sudah lebih dari 50 orang yang dimintai keterangan,” tandasnya.
Kepala Instalasi RS Bhayangkara Mataram Iptu I Nyoman Madiasa mengatakan pihaknya sudah menyerahkan hasil otopsi dari dokter forensic sepekan lalu.
”Sudah diserahkan, diterima Pak Kasat langsung,” jelas Madiasa, kemarin (28/7).
Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama mengaku sudah menerima hasil otopsi secara tertulis. Namun hasil otopsi itu belum bisa memastikan apakah penyebab meninggalnya Nurul Izzati akibat adanya dianiaya atau tidak.
”Belum berani kami simpulkan, karena dokter ahli forensik belum kami BAP (Berita Acara Pemeriksaan),” jelas Yogi, sapaannya. (ton/r8)
Editor : Kimda Farida