Kasus Balita Tertabrak Mobil Ada Indikasi Pidana, Penanganan Dilimpahkan ke Satreskrim Polresta Mataram
nur cahaya• Minggu, 1 Desember 2024 | 10:34 WIB
LOKASI KEJADIAN: Inilah lokasi kejadian Rauquenza Kinara Ramadhani diduga ditabrak mobil di gang perumahan Puri Anggrek, Lingkungan Mendega, Kelurahan Tanjung Karang, Kota Mataram. TONI/LOMBOK POST
LombokPost-Penanganan kasus dugaan Rauquenza Kinara Ramadhani, balita 1,5 tahun ditabrak mobil hingga meninggal dunia masih berproses. Kasus yang semula ditangani Satlantas Polresta Mataram ini kini diambil alih Satreskrim. “Kami sudah limpahkan ke Reskrim, karena lakalantas ini berbeda dengan lakalantas lainnya. Mengingat kejadian ini terjadi di gang kompleks, bukan di jalan umum,” jelas Kasatlantas Polresta Mataram AKP Yozana Fajri Siddik, Jumat (29/11).
Dari hasil gelar internal Satlantas, lakalantas di gang kompleks ini masuk ke ranah KUHP. Sehingga penanganannya harus dilakukan pihak Reskrim. Pelimpahan juga mengacu pada hasil olah TKP dan pengumpulan barang bukti dan keterangan sejumlah saksi.
“Hasil olah TKP kami, pengendara mobil saat belok merasa melindas sesuatu. Karena kejadian ini, terduga yang semula hendak keluar kembali lagi ke rumahnya dan melaporkan kejadiannya ke orang tuanya,” beber dia.
Satlantas Polresta Mataram juga sudah mengamankan kendaraan yang diduga menabrak balita tersebut. Kasus ini juga diketahui sudah diatensi Kapolresta Mataram.
Ditanya mengenai ada indikasi pidana dalam persoalan ini, Yozana membenarkan hal tersebut. “Ya, pasti ada (indikasi pidana). Kalau di Satlantas, tidak masuk Undang-undangnya,” imbuhnya.
Asmuji Karya Putri, orang tua korban telah melaporkan kasus ini ke polisi, pekan lalu. Dia meminta agar pelaku penabrakan segera diproses secara hukum. “Karena sampai sekarang terduga pelaku bekerja seperti biasa,” ungkapnya kepada wartawan.
Dia menuturkan, insiden meninggalnya putri keduanya tersebut berlangsung sekitar 13.30 Wita, Rabu (20/11). Saat itu, dia dan suaminya berada di dalam rumah.
Sementara anaknya sedang makan es krim dan dia tiba-tiba keluar rumah. Selang beberapa menit, dia menemukan anaknya dalam kondisi tergeletak dengan luka di beberapa bagian tubuh.
Namun saat kejadian, mereka tak melihat siapapun atau kendaraan yang diduga menabrak anaknya. “Saat itu kami langsung bawa ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak terselamatkan,” tuturnya.
Setelah dia melihat rekaman CCTV milik salah satu tetangganya, saat kejadian berlangsung hanya ada satu mobil yang lewat, yakni mobil jenis HRV warna putih. Mobil tersebut diduga milik MJF yang diketahuinya merupakan tetangganya yang bekerja sebagai dokter. “Saya curiga anak saya ditabrak MJF dan sudah saya laporkan ke pihak kepolisian sejak pekan lalu. Makanya saya berharap proses hukum bisa dipercepat,” pintanya. (ton/r8)