LombokPost – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat (Lobar) mengajak seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Hindu untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Salah satu tahanan kasus pelecehan seksual fisik penyandang disabilitas I Wayan Agus Suartama alias Agus Buntung.
Pihak Lapas menggelar Dharma Wacana atau siraman rohani usai persembahyangan bersama di Pura Padmasana Bajra Satwa Lapas Lobar, Jumat (17/1).
“Melalui momen suci ini, warga binaan kami diharapkan dapat memperkuat komitmen untuk selalu berbuat baik dan menerapkan ajaran dharma dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kelak menjadi pribadi yang lebih baik," kata Kalapas Lobar M Fadli, Jumat (17/1).
Dia menjelaskan, kegiatan ini sangat penting dalam konteks pembinaan warga binaan.
Lengah ini sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran dan menjadikan warga binaan umat Hindu menjadi lebih baik.
Penceramah pada dharwa wacana kali ini adalah Ida Pandita Istri Nabe Tapakan Swi Mas Gangga Naraya dari Gedong Suci Griya Saksari, Lombok.
Dalam penyampaiannya, dia mengajak para warga binaan untuk merenungkan hakikat kehidupan manusia.
Dia menekankan bahwa manusia dianugerahi pikiran yang memungkinkan untuk mencapai kebahagiaan sejati.
“Namun, jalan menuju kebahagiaan tidaklah selalu mudah. Hukum karma mengajarkan bahwa apa yang kita alami saat ini adalah buah dari perbuatan kita di masa lalu,” terangnya.
Agus Buntung dan WBP lainnya khusuk mengikuti kegiatan ini.
Dia kini lebih tenang dan tidak lagi histeris seperti awal masuk Lapas.
Melalui kegiatan persembahyangan dan Dharma Wacana ini, Lapas Lobar juga berkomitmen untuk memberikan pembinaan yang holistik bagi WBP.
Meliputi aspek fisik, mental, dan spiritual. Diharapkan, para WBP dapat kembali ke masyarakat kelak sebagai individu yang lebih baik dan bermanfaat. (ton/r8)
Editor : Kimda Farida