LombokPost-Polda NTB menggelar rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder untuk pengamanan Lebaran Idul Fitri. Langkah itu untuk mempersiapkan langkah yang akan dilakukan pada saat perayaan hari besar umat Islam tersebut. ”Kami sudah petakan sejumlah kawasan yang menjadi titik rawan,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan.
Salah satu titik kerawanan adalah pelabuhan. Di lokasi tersebut nantinya akan diperketat. ”Kita dirikan Posko pengamanan di kawasan pelabuhan,” kata dia.
Segala gangguan ancaman harus diantisipasi sejak awal supaya tidak menimbulkan gangguan kamtibmas yang lebih besar. ”Kita ingin masyarakat di NTB merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman,” kata dia.
Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah NTB tidak hanya mengandalkan kepolisian, pemerintah, dan stakeholder lainnya. ”Masyarakat juga bertanggungjawab untuk menjaga Kamtibmas,” imbaunya.
Sekda NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan, telah mendorong instansi terkait untuk menyiapkan segala upaya. Ini guna memastikan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.“Baik bati mereka yang melakukan mudik maupun arus balik,” ujarnya.
Idul Fitri merupakan momentum yang dinantikan seluruh masyarakat. Segalanya harus dipersiapkan. ”Saya sudah meminta Dinas Perhubungan untuk memastikan kesiapan sarana transportasi demi kelancaran arus mudik dan balik,” ujarnya.
Dishub diminta bekerja sama dengan agen-agen transportasi. Tujuannya agar bisa memastikan segala operasional angkutan sesuai dengan standar mutu yang sudah ditetapkan. ”Semua angkutan harus diperiksa terlebih dahulu demi keamanan pemudik,” perintahnya.
Begitu juga dengan Dinas Perdagangan, ditekankan untuk melakukan pemantauan yang lebih intensif terhadap harga-harga kebutuhan bahan pokok. Harus memastikan stabilitas harga, sebagai langkah antisipatif jika terjadi lonjakan harga yang dapat menimbulkan gejolak di lapangan. ”Kalau ada lonjakan harga berpotensi juga keamanan dan ketertiban masyarakat terganggu,” ucapnya.
Sedangkan Dinas Kesehatan dan BPBD NTB diminta untuk memastikan kesiapan layanan kesehatan di posko-posko arus mudik dan arus balik. Harus melakukan pemetaan terhadap kawasan-kawasan rawan bencana di wilayah NTB yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik dan arus balik pasca Idul Fitri. ”Diharapkan arus mudik dan arus balik dapat berjalan lancar tanpa adanya insiden,” harapnya. (arl/r5)
Editor : Jelo Sangaji