LombokPost - Penyebab kematian Brigadir Muhammad Nurhadi alias MN dirasa janggal. Tim dokter forensik dari Mabes Polri turun membongkar makam anggota Bidpropam Polda NTB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Peresak, Desa Sembung, Narmada, Lombok Barat (Lobar), Kamis (1/5).
Di sekitaran makam Brigadir MN ditutup menggunakan tirai. Terlihat dari kejauhan, tim dokter turun langsung melakukan pemeriksaan. Mereka mengenakan masker dan pelindung tangan.
Pembongkaran itu disaksikan langsung pihak keluarga dari luar garis polisi yang terpasang. Mereka menunggu hasil pemeriksaan terhadap jenazah.
Awalnya, pihak keluarga menolak jenazah Brigadir MN diotopsi. Namun, setelah berunding mereka menyetujuinya. ”Kami sekeluarga sepakat melakukan otopsi,” kata Kakak Brigadir MN, Hambali.
Pihak keluarga bakal menempuh jalur hukum jika ada kejanggalan terhadap kematian Brigadir MN.“Kami akan ikuti langkah kepolisian,” tutupnya.
Brigadir MN ditemukan meninggal di kolam renang salah satu vila di Gili Trawangan, Rabu (16/4) lalu. Awalnya anggota sedang bersantai di area vila. Lalu Brigadir MN berenang sendiri. Tidak lama kemudian, atasannya Kompol IMYPU masuk ke area vila. Di sana, Kompol IMYPU menemukan Brigadir MN berada di dasar kolam.
Lalu, Kompol IMYPU memanggil rekan kerjanya yang lain Ipda HC. Semua panik, Ipda HC memanggil pihak hotel untuk meminta bantuan.
Pihak hotel pun membantu dengan menghubungi klinik Warna di Gili Trawangan. Dokter dan perawat dari klinik langsung melakukan tindakan medis. Mereka memberikan tindakan pertolongan pertama berupa RJP selama 20-30 menit. Namun, tidak ada respon.
Pihak dari klinik sempat melakukan pemasangan infus dan pemberian injeksi jenis epinephrin dan melakukan RJP ulang selama 10 menit. Brigadir MN pun tidak ada respon.
Upaya terus dilakukan, Brigadir MN diberikan AED (Automatic External Defibrillator). Langkah dokter juga tidak berhasil.
Selanjutnya, pasien dievakuasi menuju Klinik Warna Medica untuk dilakukan pengecekan EKG. Hasil pengecekan EKG flat (sudah tidak terdeteksi detak jantung dari pasien). Brigadir MN dinyatakan meninggal dunia. Jenazah Brigadir MN dibawa pulang ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Muhammad Kholid menjamin proses pemeriksaan berjalan profesional dan sesuai etika kedokteran forensik. “Pemeriksaan ini kami jamin profesional karena berkaitan dengan etik kami,” tegasnya di lokasi pembongkaran makam. (arl/r5)
Editor : Jelo Sangaji