Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ketua GMP RI NTB: Pemuda Garda Terdepan Perang Lawan Narkoba

Lombok Post Online • Selasa, 22 Juli 2025 | 11:47 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMP RI) Nusa Tenggara Barat menyoroti lemahnya perlindungan hukum.

Terutama bagi masyarakat yang ingin berperan memberantas narkoba.

Ketua GMP RI NTB Rindawanto mengatakan kondisi ini diperparah dengan dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum dalam jaringan peredaran narkotika.

Baca Juga: Narkoba Bukan Solusi, Hanya Tambah Masalah

“Saya pribadi sangat mengutuk dan mengecam peredaran serta penyalahgunaan narkoba. Ini persoalan nasional yang sangat serius karena merusak moral bangsa. Pemerintah memang memberi perhatian, tapi yang tidak kalah penting adalah peran aktif masyarakat,” tegas Rindawanto.

Menurutnya, masyarakat sering ragu dan takut terlibat karena minimnya perlindungan hukum. Meski niatnya baik, banyak masyarakat khawatir karena tidak adanya jaminan hukum serta kurangnya sosialisasi dari pemerintah maupun aparat.

”Ini membuat peran serta masyarakat dalam pemberantasan narkoba jadi mandek,” jelasnya.

Baca Juga: Residivis Narkoba Ditangkap Polisi

Rindawanto bahkan menyebut narkoba sebagai musuh negara yang lebih ganas dari senjata pemusnah massal. “Narkoba ini lebih berbahaya dari nuklir. Kalau korupsi menghancurkan sistem, narkoba menghancurkan generasi," ujarnya.

Rindawanto menilai peredaran narkoba sudah melibatkan jaringan besar dan elit, sementara penangkapan hanya menyasar pecandu kelas teri.

“Penangkapan yang terjadi hanya menyasar pemakai kecil. Kalau kita mau serius, harusnya yang ditangkap itu bandar dan jaringan besar,” kata dia.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan keprihatinan atas kondisi di daerah, termasuk kampung halamannya di Lombok Tengah.

Anak-anak usia SMP disebutnya mulai terjerumus dalam lingkaran narkoba.

Baca Juga: Polisi Gulung Tiga Budak Narkoba di Tanjung, Amankan Satu Plastik Sabu

“Ini sangat mengerikan. Anak-anak usia belasan tahun sudah terjerat narkoba. Di tempat saya, seperti di Beleka dan Lekor, itu sudah terjadi. Kalau dibiarkan, generasi kita akan rusak,” bebernya.

Sebagai solusi, Rindawanto mengusulkan pembentukan lembaga independen yang fokus pada pencegahan narkoba dengan melibatkan pemuda dan masyarakat.

“Kita perlu lembaga yang berdiri mandiri, bekerja di akar rumput, yang benar-benar aktif melakukan pencegahan dan edukasi soal bahaya narkoba. Pemuda harus jadi garda depan,” jelasnya.

Terakhir, ia menyerukan kepada pemerintah, khususnya Presiden dan institusi terkait, agar tidak hanya fokus pada pencitraan pemberantasan narkoba, tapi juga menata ulang strategi dari hulu ke hilir.

Ketua GMP RI NTB Rindawanto mengatakan kondisi ini diperparah dengan dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum dalam jaringan peredaran narkotika
Ketua GMP RI NTB Rindawanto mengatakan kondisi ini diperparah dengan dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum dalam jaringan peredaran narkotika

“Kalau Presiden Prabowo memang serius, maka harus ada gebrakan nyata. Jangan hanya menangkap pecandu. Tangkap bandarnya, bersihkan aparat yang terlibat, dan lindungi masyarakat yang ingin membantu," tambah dia. 

Rindawanto berharap pemuda Indonesia tidak menjadi korban, melainkan aktor utama dalam menyelamatkan generasi dari kehancuran akibat narkoba. (arl/r5)

Editor : Kimda Farida
#penangkapan #peredaran #Korupsi #generasi #Narkoba