LombokPost - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan adanya beras premium oplosan.
Bahkan orang nomor satu di Indonesia itu meminta Polri dan Kejaksaan mengusut jika ada temuan di wilayah hukumnya masing-masing.
Menindaklanjuti isu tersebut, Polda NTB membentuk satuan tugas (Satgas) untuk mengantisipasi adanya beras oplosan.
Tidak hanya itu, di wilayah Mataram juga sudah ditemukan adanya dugaan minyak yang tidak sesuai takaran.
”Kami akan bentuk Satgas khusus untuk mengawasi dan memastikan penjualan bahan pokok tidak dicurangi oleh oknum,” tegas Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan, Selasa (22/7).
Pembentukan Satgas itu tidak hanya dari unsur Polri. Melainkan juga melibatkan stakeholder lain. Seperti, kejaksaan, dan Pemprov NTB. “Kita akan kolaborasi,” ungkapnya.
Hadi menegaskan, presiden sudah menegaskan harus menindak pelaku yang bermain di bidang pangan. Perintah presiden itu harus ditindaklanjuti di daerah.
“Tujuannya agar masyarakat tidak dirugikan,” tegasnya.
Namun, pembentukan Satgas itu tidak lengkap tanpa bantuan masyarakat. Diharapkan, masyarakat juga bisa mengawal jika ada temuan di wilayah lingkungannya.
”Kalau ada menemukan dugaan adanya penimbunan, penjualan beras oplosan, maupun pengurangan takaran segera laporkan,” kata jenderal bintang dua kelahiran Lombok Timur (Lotim) itu.
Juru Bicara Kejati NTB Efrien Saputra mengatakan, Kejati NTB juga turut mengawasi dugaan adanya beras oplosan. Jika ada temuan, jaksa akan menindaklanjuti.
”Nantinya,akan dilihat jika ada potensi kerugian negara yang muncul akan kita tindak ke ranah tipikor. Tetapi, kalau masuk dalam ranah tindak pidana umum nanti akan dikoordinasikan dengan kepolisian,” kata Efrien.
Tetapi, sejauh ini belum menerima laporan dari masyarakat terhadap adanya dugaan penimbunan, beras oplosan, maupun pengurangan takaran pada bahan pokok. ”Kami juga meminta masyarakat untuk turut mengawasi,”imbaunya.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB Jamaludin Malady mendukung penuh upaya aparat penegak hukum menindak para pemain beras oplosan. Melihat kondisi di lapangan, sejumlah beras premium di retail modern sedikit berkurang. ”Stoknya agak berkurang,” kata Jamal.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disdag di kabupaten/kota untuk turun bersama melihat kondisi di lapangan. Jika ada ditemukan diminta untuk menarik beras tersebut. “Nanti kita akan turun langsung lakukan pengecekan di sejumlah gudang-gudang beras milik pengusaha,” tandasnya. (arl/r5)
Editor : Jelo Sangaji