LombokPost - Penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Lalu Ibnu Hajar dari Sasaka Nusantara NTB menekankan, pentingnya pencegahan sejak dini melalui peran lingkungan, keluarga, dan institusi pendidikan.
Pencegahan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat atau BNN, tapi juga tanggung jawab kolektif masyarakat.
Baca Juga: Ketua GMP RI NTB: Pemuda Garda Terdepan Perang Lawan Narkoba
“Anak-anak kita harus dijauhkan dari lingkungan yang rawan, dari teman-teman yang berisiko, serta dari paparan gaya hidup bebas yang menjurus pada penyalahgunaan,” ujar Lalu Ibnu.
Ia menyoroti lingkungan sosial sebagai salah satu faktor utama yang memengaruhi perilaku remaja. Jika remaja berada di pergaulan buruk tanpa pengawasan, risiko terjerumus penyalahgunaan narkoba semakin tinggi.
Sasaka Nusantara mencatat beberapa kasus besar peredaran narkoba di Lombok Tengah, dengan barang bukti belasan kilogram.
Baca Juga: Narkoba Bukan Solusi, Hanya Tambah Masalah
Namun, yang ditangkap umumnya hanya kurir dan pengguna, sementara bandar besar yang diduga menjadi dalang peredaran masih belum tersentuh hukum.
“Di Lombok Tengah saja, kami mencatat lebih dari 13 kilogram narkoba berhasil diamankan. Tapi sampai sekarang, siapa bandarnya? Masih belum terungkap. Ini jadi pertanyaan besar bagi kami,” kata Lalu Ibnu.
Kondisi ini menunjukkan upaya pemberantasan narkoba belum menyentuh akar persoalan. Pengguna dan kurir terus ditindak, tapi pelaku utama justru leluasa bergerak.
Baca Juga: Residivis Narkoba Ditangkap Polisi
Selain itu, Lalu Ibnu menegaskan pentingnya peran pendidikan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga wadah strategis membentuk karakter dan memberikan edukasi tentang bahaya narkoba.
“Sekolah harus menjadi benteng terakhir. Bukan hanya guru, tapi juga perlu ada pembimbing konseling, penyuluhan rutin, dan kerja sama dengan pihak luar seperti BNN atau LSM untuk memberikan edukasi yang tepat kepada siswa,” ujarnya.
Ia menyebut pergaulan bebas, tekanan sosial, dan kurangnya pendidikan karakter di sekolah menjadi celah masuknya narkoba ke kalangan pelajar.
Lebih lanjut, Lalu Ibnu mengajak semua elemen masyarakat mulai dari keluarga, tokoh agama, pendidik, hingga aparat penegak hukum berkolaborasi dalam pencegahan dan edukasi.
“Jika kita biarkan generasi muda tanpa pengawasan dan edukasi yang kuat, maka kita sendiri yang akan kehilangan masa depan. Pencegahan adalah bentuk cinta kita kepada mereka,” pungkasnya. (arl/r5)
Editor : Jelo Sangaji