Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

20 Anggota TNI Diperiksa Atas Dugaan Penganiaya Prada Lucky Hingga Tewas Mengenaskan

Rosmayanthi • Jumat, 8 Agustus 2025 | 20:44 WIB

20 Anggota TNI diperiksa atas dugaan penganiaya Prada Lucky hingga tewas mengenaskan, empat orang diantaranya telah ditahan.
20 Anggota TNI diperiksa atas dugaan penganiaya Prada Lucky hingga tewas mengenaskan, empat orang diantaranya telah ditahan.
LombokPost - Sedikitnya 20 orang prajurit TNI AD diperiksa untuk mengusut kematian Anggota Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere, Nagekeo, NTT, Prada Lucky Chepril Saputra Namo.

Prada Lucky diduga tewas mengenaskan karena dianiaya para seniornya hingga tewas. 

Informasi pemeriksaan terhadap 20 orang AnggotaTNI ini disampaikan Waka Pendam IX/Udayana Letkol Inf. Amir Syarifudin di Denpasar, Bali, seperti Jumat (8/8/2025).

"Yang kita terima itu informasi sekitar 20 orang, tetapi dalam kapasitas dimintai keterangan dan itu pun cuma dimintai keterangan. Nanti keputusan akhirnya tetap kita lari kepada proses yang berlaku dari tim investigasi," ungkap Letkol Amir Syarifudin.

Letkol Amir Syarifudin mengatakan 20 orang tersebut diperiksa sebagai saksi dalam satu satuan Prada Lucky bertugas. 

Dari 20 orang yang diperiksa, ada empat orang yang diamankan oleh Sudenpom Kupang.

Namun status keempat orang tersebut belum diketahui secara pasti, apakah diamankan sebagai terduga pelaku atau dalam kapasitas lain. Sebab, kata dia, proses investigasi sedang berjalan.

Kasus tewasnya Anggota TNI Prada Lucky kini tengah viral. Pasalnya dia diduga menjadi korban penganiayaan para seniornya.

Sekujur tubuh Prada Lucky babak belur lebam dan luka sayatan serta sulutan rokok penuh disekujur tubuhnya.

Prada Lucky meninggal dunia pada Rabu (6/8/2025), saat sedang menjalani perawatan intensif di Unit Perawatan Intensif (ICU) RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo Nusa Tenggara Timur (NTT).

Prada Lucky meninggal dunia diduga akibat dianiaya beberapa orang seniornya. Hal ini diperkuat oleh pengakuan Prada Lucky sendiri kepada dokter saat dia dibawa ke Rumah Sakit.

Ayah Prada Lucky, Sersan Mayor Christian Namo tak terima dengan kematian putranya. 

Anggota Kodim 1627/Rote Ndao ini menduga kuat putranya, Prada Lucky, tewas karena dianiaya oleh seniornya di kesatuan. 

"Dianiaya senior dan saya akan kejar pelakunya sampai ke manapun. Anak saya sudah tidak ada, saya tuntut keadilan," tegas Christian Namo penuh amarah setelah Prada Lucky dinyatakan meninggal dunia.

Dugaan Prada Lucky mengalami penganiaya seniornya sudah ramai diberitkan beberapa media lokal di NTT. Konon khabarnya, Prada Lucky sempat mengalami tindakan kekerasan di barak militer sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Bahkan Prada Lucky sempat mengaku kepada dokter yang merawatnya di ruang radiologi jika ia dianiaya seniornya. 

"Dia mengaku kepada dokter dipukuli oleh seniornya di barak," tambah Christian Namo menceritakan pengakuan dokter kepadanya.

Pengakuan Prada Lucky ini pun sesuai dengan kondisi tubuhnya yang dipenuhi luka lebam dan sayatan. Selain luka sayatan, ada juga luka seperti sulutan api rokok. 

Bahkan pada bagian punggung Prada Lucky penuh bekas hantaman benda keras, sementara lengan dan kakinya terdapat luka bakar mirip sundutan rokok. 

Komandan Kompi (Danki) dari satuan tempat Prada Lucky bertugas, Rahmat enggan berkomentar karena bukan wewenangnya.

"Kalau terkait benar tidaknya adanya penganiayaan, inikan sementara masih didalami Sub Denpom Ende, jadi belum ada hasilnya jadi saya tidak berani keluarkan statement," ucapnya, dikutip dari Pos-Kupang.com.

Meskipun demikian, ia memastikan kasus kematian Prada Lucky sedang didalami Sub Denpom Ende.

"Terkait kasus kematian almarhum ini sementara masih proses penanganan oleh Sub Denpom Ende karena saat ini komandan batalyon tidak ada di tempat jadi saya tidak bisa memberikan statement bagaimana-bagaimana, bukan kapasitas saya tapi sementara prosesnya sudah ditangani Sub Denpom Ende," tambahnya lagi.

Kini, jenazah Prada Lucky sudah diterbangkan dari Ende menuju Kupang pada Rabu (6/8) siang.

Sungguh sadis, Anggota TNI Prada Lucky tewas dengan tubuhnya babak belur, penuh luka sayatan dan sulutan rokok, diduga dianiaya seniornya.
Sungguh sadis, Anggota TNI Prada Lucky tewas dengan tubuhnya babak belur, penuh luka sayatan dan sulutan rokok, diduga dianiaya seniornya.

Setibanya di Kupang sekira pukul 12.45 WITA, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kupang untuk dilakukan proses autopsi guna memastikan penyebab kematiannya.

Jenazah Prada Lucky disemayamkan di rumah duka yang terletak di samping Rusunawa Asrama TNI AD Kuanino, Kota Kupang.

Berikut kronologi tewasnya Prada Lucky yang diduga karena dianiaya para seniornya.

Sabtu, 2 Agustus 2025: 

Prada Lucky dilarikan ke RSUD Aeramo. Di ruang radiologi, kepada dokter Prada Lucky mengaku dirinya telah dianiaya oleh para seniornya. Hal ini diperkuat dengan adanya luka lebam serta sayatan dan sulutan rokok di tubuhnya.

Minggu, 3 Agustus 2025:

Kondisi kesehatan Prada Lucky terus menurun dan kesadarannya mulai terganggu. Pihak keluarga mulai mencari informasi mengenai apa yang terjadi pada Prada Lucky sehingga dilarikan ke RS, dan ditemukan informasi dugaan penganiayaan.

Senin, 4 Agustus 2025: 

Pihak rumah sakit memberikan laporan informal kepada aparat militer setempat mengenai temuan medis yang mencurigakan pada tubuh Prada Lucky.

Selasa, 5 Agustus 2025: 

Prada Lucky dalam kondisi kritis dan tidak lagi dapat merespons saat diajak bicara. Keluarga meminta dilakukan visum et repertum untuk memastikan penyebab luka dan bagian tarparah sehingga kondisi Prada Lucky menjadi kritis.

Rabu, 6 Agustus 2025: 

Pukul 11.23 WITA, Prada Lucky dinyatakan meninggal dunia dan jenazah Prada Lucky langsung diterbangkan dari Ende menuju Kupang, untuk proses autopsi di RS Bhayangkara Kupang, guna memastikan penyebab kematiannya.

 

 

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#dianiaya #Prada Lucky #tewas #Seniornya #TNI