LombokPost--Penyidik Polda NTB merekonstruksi dugaan pembunuhan Brigadir Muhammad Nurhadi, Senin (11/8).
Pada rekonstruksi dihadiri sejumlah jaksa dari Kejati NTB.
Dari pantauan Lombok Post, para tersangka Kompol Yogi, Ipda Haris, dan Misri Puspita Sari mengenakan baju tahanan Polda NTB berwarna merah.
Awalnya mereka melakukan rekonstruksi di Polda NTB.
Lalu di depan rumah Kompol Yogi dan berangkat ke Dermaga Senggigi, Lombok Barat.
Di dermaga tersebut, Ipda Haris, Kompol Yogi dan almarhum Brigadir Nurhadi mempraktikkan menjemput Misri yang datang dari Bali.
Hanya beberapa peragaan yang dilakukan.
Komunikasi sebentar di dalam mobil dan lalu menjemput tersangka Misri ke dermaga.
Usai penjemputan itu, penyidik melanjutkan rekonstruksi ke salah satu supermarket.
Di supermarket tersebut dilakukan penjemputan terhadap saksi Putri yang juga sebagai teman wanita tersangka Ipda Haris.
Sampai berita ini ditayangkan (11/8), rekonstruksi di Gili Trawangan masih berlanjut.
Masih terus dipantau Lombok Post.
Kabid Humas Polda NTB yang dikonfirmasi belum memberikan jawaban atas rekonstruksi yang dilakukan penyidik Ditreskrimum Polda NTB.
Diketahui, Brigadir Nurhadi ditemukan meninggal di kolam renang salah satu vila di Gili Trawangan, Rabu (16/4) lalu.
Awalnya korban sedang bersantai di area vila. Lalu Brigadir Nurhadi berenang sendiri.
Tidak lama kemudian, atasannya Kompol Yogi melihat kondisi Nurhadi tenggelam di dasar kolam.
Kompol Yogi memanggil rekan kerjanya yang lain Ipda Haris.
Semua panik, Ipda Haris memanggil pihak hotel untuk meminta bantuan.
Pihak hotel pun membantu dengan menghubungi klinik Warna di Gili Trawangan.
Dokter dan perawat dari klinik langsung melakukan tindakan medis.
Memberikan tindakan pertolongan pertama berupa RJP selama 20-30 menit. Namun, tidak ada respons.
Pihak dari klinik sempat melakukan pemasangan infus dan pemberian injeksi jenis epinephrin dan melakukan RJP ulang selama 10 menit.
Brigadir MN pun tetap tidak ada respons.
Upaya terus dilakukan, Brigadir MN diberikan AED (Automatic External Defibrillator). Langkah dokter juga tidak berhasil.
Selanjutnya, pasien dievakuasi menuju Klinik Warna Medica untuk dilakukan pengecekan EKG. Hasil pengecekan EKG flat (sudah tidak terdeteksi detak jantung dari pasien).
Brigadir Nurhadi dinyatakan meninggal dunia. Jenazah Brigadir Nurhadi dibawa pulang ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Editor : Kimda Farida