Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mahasiswi Asal Bima dan Pacarnya Ditangkap Usai Gugurkan Kandungan di Pantai Selingkuh

M Islamuddin • Rabu, 17 September 2025 | 09:02 WIB
Anggota Polsek Ampenan dan warga mengevakuasi mayat bayi yang ditemukan di Pantai Selingkuh, Ampenan, Mataram, Selasa (16/9).
Anggota Polsek Ampenan dan warga mengevakuasi mayat bayi yang ditemukan di Pantai Selingkuh, Ampenan, Mataram, Selasa (16/9).

LombokPost  - Warga Lingkungan Bangsal, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, digegerkan dengan penemuan bayi yang dikubur di kawasan Pantai Selingkuh. 

Kasus ini terbongkar setelah seorang warga yang curiga memergoki pasangan muda-mudi yang sedang menggali dan mengubur sebuah bungkusan.

Kapolsek Ampenan AKP Ahmad Majmuk menjelaskan, penemuan bermula dari laporan warga berinisial Gj yang sedang mencari telur penyu, Senin malam (15/9). Saksi Gj melihat seorang pria dan wanita sedang mengubur bungkusan kain putih. "Karena curiga, Gj langsung menegur keduanya," katanya, Selasa (16/9).

Saat ditegur, sang perempuan justru kabur bersama tiga rekannya yang menunggu di parkiran. Sementara pria berinisial TY (21), asal Lombok Tengah, berhasil diamankan Gj. "Setelah diperiksa, bungkusan tersebut ternyata berisi orok bayi," jelas dia.

Petugas yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi jasad bayi dan mengamankan dua terduga pelaku. Selain TY, polisi juga menangkap D, 19 tahun, perempuan asal Kabupaten Bima. "Keduanya diketahui berstatus mahasiswa dan memiliki hubungan asmara," benernya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, D diduga keguguran setelah mengonsumsi obat penggugur kandungan seharga Rp 1,2 juta yang dibeli dari seorang rekan. “TY menyuruh D meminum dua butir obat penggugur. Keduanya mengaku janin yang dikandung berusia sekitar dua bulan,” ungkap Majmuk.

Peristiwa keguguran terjadi pada Senin sore. Malam harinya, keduanya berusaha mengubur janin tersebut di Pantai Selingkuh sebelum akhirnya kepergok warga. 

Kasus ini kini ditangani oleh Unit PPA Polresta Mataram. Orok bayi sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Kami masih mendalami kasus ini, termasuk mencari tahu asal usul obat penggugur kandungan yang digunakan pelaku," tandasnya dia.

Editor : Jelo Sangaji
#gugurkan kandungan #Mahasiswi Mataram #Pembuangan bayi #Polsek Ampenan