Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Terungkap! Ini Sosok Dewi Astutik, Gembong Narkoba Indonesia yang Kuasai Golden Triangle

Marthadi • Selasa, 2 Desember 2025 | 23:28 WIB

 

Dewi Astutik, gembong narkoba asal Indonesia yang ditangkap BNN di Kamboja. (Istimewa)
Dewi Astutik, gembong narkoba asal Indonesia yang ditangkap BNN di Kamboja. (Istimewa)
LombokPost - Nama Dewi Astutik kembali mencuri perhatian publik setelah BNN memulangkannya ke Indonesia usai ditangkap di Kamboja pada Senin (1/12).

Di balik aksi penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp 5 triliun, siapa sebenarnya perempuan asal Indonesia yang menjadi buronan Interpol ini?

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menyebut Dewi Astutik merupakan sosok kunci dalam peredaran narkotika internasional.

Ia memiliki sejumlah nama alias, yakni Kak Jinda, Dinda, dan PA. Perempuan asal Ponorogo, Jawa Timur, itu disebut sebagai salah satu pemain utama yang mendominasi kawasan Golden Triangle bersama gembong narkoba lainnya, Fredy Pratama.

“Terdapat dua nama utama asal Indonesia yang mendominasi kawasan Golden Triangle, yakni Fredy Pratama dan PA alias Dewi Astutik alias Kak Jinda alias Dinda,” ujar Suyudi dalam konferensi pers di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (2/12).

Dewi menjadi aktor utama penyelundupan 2 ton sabu pada Mei 2025. Selain itu, ia juga terlibat dalam sejumlah kasus narkoba besar di Indonesia sepanjang 2024.

Rekam jejak inilah yang membuat Dewi Astutik masuk dalam daftar buronan Interpol dan juga menjadi DPO Korea Selatan.

“PA alias Dewi Astutik merupakan rekruter jaringan perdagangan narkotika Asia–Afrika dan juga menjadi DPO dari negara Korea Selatan,” tegas Suyudi.

Penangkapan Dewi Astutik dilakukan BNN di Sihanoukville, Kamboja, dalam operasi senyap lintas negara yang dipimpin Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Roy Hardi Siahaan.

Operasi ini merupakan tindak lanjut perintah langsung Kepala BNN untuk membentuk tim khusus pengejaran internasional.

BNN mendapat dukungan penuh dari BAIS TNI, Atase Pertahanan Indonesia di Kamboja, Kementerian Luar Negeri, Polri, serta otoritas keamanan Kamboja. Direktorat Jenderal Bea Cukai Kemenkeu juga berperan dalam proses koordinasi penangkapan.

Proses diplomasi dan legalitas pemindahan Dewi Astutik difasilitasi oleh Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, dan tim KBRI Phnom Penh. Penangkapan berlangsung cepat, presisi, dan tanpa menimbulkan gangguan publik.

Dewi Astutik kini menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap alur pendanaan, logistik, serta struktur jaringan internasional yang selama ini dikendalikannya. (*)

Editor : Marthadi
#BNN #Dewi astutik #Penyelundupan sabu #golden triangle #buronan interpol