LombokPost - Tim Puma Polda NTB berhasil meringkus dua pelaku begal terhadap Warga Negara Asing (WNA) Hungaria. Keduanya Supandi alias Pandi, 23 tahun dan pelajar berinisial WPY, 16 tahun.
Keduanya merupakan warga Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.
Pelaku Supandi terpaksa dilumpuhkan karena berusaha kabur dan melawan. "Kami lakukan tindakan tegas dan terukur terhadap satu pelaku berinisial SP (Supandi) karena saat ditangkap melawan petugas," kata Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat, Sabtu (6/12).
Baca Juga: Dua Pelaku Begal Bersajam di Sumbawa Dibekuk Usai Dua Jam Beraksi
Sebelum dibegal, WNA Hungaris Eniko, 21 tahun, sedang berlibur di wilayah Pantai Pink, Jerowaru, Lombok Timur (Lotim). Ketika sedang bepergian menggunakan sepeda motor, Eniko dipepet SP.
Saat beraksi SP tidak sendiri. Dia dibantu pelaku lain berinisial WP. "WP ini masih pelajar. Usianya 16 tahun," kata dia.
Saat masih mengendarai sepeda motornya, korban ditendang. Lalu terjatuh dan mengakibatkan luka-luka. "Setelah jatuh korban pun ditodong menggunakan senjata tajam," jelasnya.
Baca Juga: Begal Motor Ngaku Jadi Polisi, Ancam Penjarakan Korban Lalu Motor Dibawa Kabur,
Korban diminta menyerahkan barang berharga. Korban yang dalam keadaan terdesak akhirnya menyerahkan tasnya. "Di dalam tas korban terdapat uang Rp 1,4 juta," ujarnya.
Atas peristiwa tersebut korban melapor ke Mapolsek Jerowaru. Dari laporan yang diterima itu, tim Polda NTB langsung turun melakukan penyelidikan. "Kami berhasil menangkap WP terlebih dahulu. Selanjutnya kami lakukan pengembangan dan menangkap SP," kata dia.
Kini mereka sudah diamankan ke Mapolda NTB. Khusus untuk penanganan WP yang masih berstatus pelajar tetap diproses hukum. "Kami titip penahannya di Sentra Paramita Mataram. Sementara tersangka SP telah kita tahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda NTB," terang dia.
Mereka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara.
"Kami mengatensi kasus ini karena korbannya adalah WNA. Kami tidak ingin wilayah NTB mendapatkan citra buruk di dunia internasional," tutupnya.
Editor : Marthadi