Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tim Forensik Serahkan Hasil Otopsi ke Penyidik, Kasus Anak Bunuh Ayah Kandung

Harli Arl • Senin, 20 April 2026 | 14:17 WIB
KASUS ANAH BUNUH AYAH: Tim forensik RS Bhayangkara Polda NTB keluar dari ruang otopsi, Minggu (19/4). (HARLI/LOMBOK POST)
KASUS ANAH BUNUH AYAH: Tim forensik RS Bhayangkara Polda NTB keluar dari ruang otopsi, Minggu (19/4). (HARLI/LOMBOK POST)

LombokPost  - Jenazah korban pembunuhan Rahmat Safewarsa telah selesai di otopsi, Minggu (19/4).

Tim dokter forensik telah memulangkan jenazah pria 68 tahun itu ke rumahnya, Dusun Montong Sager, Desa Taman Sari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

"Hasilnya sudah ada, tinggal saya serahkan ke penyidik," kata Tim Forensik RS Bhayangkara Polda NTB AKP Nyoman Diasa usai otopsi, kemarin.

Baca Juga: Tragis! Anak Tega Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas, Dipicu Masalah Ekonomi

Dia enggan membeberkan hasil otopsi karena bukan ranah dari tim forensik. "Nanti penyidik yang akan terangkan," kata dia.

Berdasarkan laporan kepolisian, korban dan anak perempuan berinisial YA alias Yoan sebagai pelaku sempat cekcok. Awalnya, korban menampar pelaku terlebih dahulu.

Selanjutnya, pelaku membalas dengan cara mencakar muka korban. Hal itu menyebabkan korban mengalami luka cakar di bagian wajah. "Kalau visum luar ada sedikit luka di bagian wajah korban," jelasnya.

Baca Juga: Tunggu Hasil Otopsi Jenazah Zetro, Pelaku Penembakan Diduga “Hitman”

Selain itu, Yoan juga memukul bagian belakang kepala korban, sehingga menyebabkan korban terjatuh. Saksi lain pun sempat melerai perkelahian antara anak dan ayah tersebut.

Korban yang sudah terkapar langsung di bawa ke Puskesmas Gunungsari. "Memang sempat dibawa ke Puskesmas. Informasinya pihak Puskesmas pun telah menyatakan korban meninggal dunia," kata dia.

Kapolsek Gunungsari Iptu Ida Bagus Adnyana Putra menjelaskan, insiden bermula saat pelaku menemui korban di kebun untuk membahas masalah uang. Pertemuan itu kemudian memicu pertengkaran antara keduanya. "Dari keterangan saksi, memang ayah dan anak itu sering cekcok," kata Adnyana.

Baca Juga: Polisi Masih Dalami Penyebab Kematian Mahasiswi Unram, Hasil Otopsi Jenazah Korban Diserahkan ke Penyidik

Saat diajak pulang, korban menolak dan terjadi cekcok hingga berujung perkelahian. Ketegangan berlanjut saat keduanya kembali berada di dekat rumah. Dalam kondisi emosi, pelaku diduga kembali melakukan kekerasan terhadap korban. “Terduga pelaku kembali melakukan kekerasan, hingga korban terbentur tembok dan tidak sadarkan diri,” jelasnya.

Pelaku Yoan telah ditahan di Polsek Gunungsari. Penanganan kasus tersebut akan diserahkan ke Unit PPA Polresta Mataram. "Besok (Senin, 20/4) kita serahkan penanganan ke PPA. Karena kasusnya berkaitan dengan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)," ujarnya. (arl/r5)

Editor : Redaksi
#Gunungsari #pelaku #Anak #jenazah #otopsi