Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Polda NTB Antisipasi Kebakaran 214 Hektare Hutan dan Lahan 

Harli Arl • Rabu, 22 April 2026 | 15:05 WIB
SIAPKAN ALAT: Wakapolda NTB Brigjen Pol Hari Nugroho mengecek peralatan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTB, Selasa (21/4). (HARLI/LOMBOK POST) 
SIAPKAN ALAT: Wakapolda NTB Brigjen Pol Hari Nugroho mengecek peralatan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTB, Selasa (21/4). (HARLI/LOMBOK POST) 

LombokPost - Polda NTB menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah instansi dari TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemprov NTB, dan polres jajaran.

Kegiatan ini sebagai persiapan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Bumi Gora. 

"Operasi Karhutla ini sebagai tindaklanjut dari perintah di Mabes Polri untuk mengantisipasi perubahan iklim cuaca. Khususnya antisipasi kebakaran hutan dan lahan," kata Wakapolda NTB Brigjen Pol Hari Nugroho, Selasa (21/4).

Baca Juga: Baru Mulai, Kemarau Sudah Picu Kenaikan Karhutla 

Pada rapat koordinasi tersebut membahas berkaitan dengan data, perkiraan cuaca, dan metode mengantisipasi kebakaran hutan di wilayah NTB. 

"Terkait dengan data kita lakukan pemetaan kawasan rawan Karhutla," terangnya.

Berdasarkan data, ratusan hektare hutan dan lahan yang perlu diantisipasi itu terdapat di wilayah Pulau Sumbawa dan Lombok.

Baca Juga: Mulai Antisipasi Dampak El Nino, El Nino Ektrem Berpotensi Sebabkan Karhutla

"Total titik rawan kebakaran luasannya 214 hektare. Itu di Pulau Sumbawa dan Lombok," jelasnya.

Di wilayah Pulau Lombok, potensi kebakaran berada di wilayah Gunung Rinjani. Kondisinya di kawasan itu rawan terbakar di kawasan savana.

"Kami sudah bekerjasama dengan TNGR (Taman Nasional Gunung Rinjani) untuk mengimbau pengunjung tidak membuang puntung rokok sembarangan," kata dia. 

Baca Juga: 10 Hektar Lahan Terbakar di Kawasan Rinjani, Tim Gabungan Tanggap Cepat Atasi Karhutla

Sedangkan, di wilayah Pulau Sumbawa titik rawan berada di wilayah Kabupaten Dompu, Sumbawa, dan Kabupaten Bima.

"Kami sudah berkoordinasi juga dengan polres jajaran untuk antisipasi kebakaran hutan di wilayahnya masing-masing. Jika ada terjadi peristiwa harus segera dikoordinasikan dengan instansi terkait," tegas jenderal bintang satu itu. 

Untuk mengantisipasi dan mempercepat proses penanganan Karhutla, Polda NTB bakal membuat buku sebagai pedoman penanganan. Buku tersebut disusun bersama dengan instansi lain. "Sehingga petugas di lapangan memilki pedoman standar penanganan Karhutla," ujarnya. 

Di dalam buku tersebut, nantinya ada nomor kontak yang bisa dihubungi masyarakat yang menemukan adanya titik api kebakaran hutan. "Sehingga penanganan yang cepat dapat mengantisipasi peristiwa Karhutla lebih besar. Semakin bagus penanganannya, semakin menekan luasan lahan terbakar," kata dia. 

Sementara itu, terkait dengan sarana dan prasarana sudah disiapkan di seluruh instansi. Termasuk juga dari Polda NTB. "Semua alat itu kita sudah coba. Apakah berfungsi atau tidak. Tadi, kita sudah coba, semua berfungsi," tandasnya. (arl/r5)

Editor : Redaksi
#polda #BPBD #hutan #Kebakaran #NTB