Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cek Kesehatan Gratis untuk Siswa Sudah Dimulai, Ini Macam Pemeriksaannya Termasuk Tes Kesehatan Mental

Fratama P. • Selasa, 5 Agustus 2025 | 16:43 WIB
Program cek kesehatan gratis dari pemerintah untuk siswa
Program cek kesehatan gratis dari pemerintah untuk siswa

LombokPost - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah secara resmi diluncurkan di seluruh Indonesia untuk para siswa.

Kementerian Kesehatan menargetkan sebanyak 53 juta siswa dari jenjang SD hingga SMA/SMK, termasuk madrasah, pesantren, sekolah rakyat, dan institusi di bawah binaan Kementerian Sosial, akan menerima layanan pemeriksaan kesehatan gratis sepanjang tahun 2025.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan bahwa program cek kesehatan gratis merupakan wujud nyata dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses layanan kesehatan preventif sejak dini.

Pelaksanaan cek kesehatan gratis bahkan sudah dimulai lebih awal di 72 sekolah rakyat berasrama.

Dari hasil awal, ditemukan bahwa keluhan yang paling banyak dialami siswa adalah masalah gigi, diikuti oleh gangguan penglihatan, anemia, dan masalah kesehatan mental yang dipicu oleh penggunaan gawai.

Salah satu inovasi penting dalam cek kesehatan gratis adalah dimasukkannya pemeriksaan kesehatan mental, yang mencakup deteksi dini kecemasan dan depresi.

Menurut Budi, langkah ini krusial karena masalah psikologis pada anak selama ini jarang terdeteksi di lingkungan sekolah, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, dr. Maria Endang Sumiwi, menjelaskan bahwa program ini menyasar anak-anak usia 7–17 tahun.

Data yang ada menunjukkan bahwa 1 dari 6 anak usia 13–15 tahun mengalami kelebihan berat badan, sementara 1 dari 6 anak usia 5–14 tahun menderita anemia.

Jenis pemeriksaan yang diberikan disesuaikan dengan jenjang sekolah:

- SD/sederajat: Meliputi 13 jenis pemeriksaan, seperti status gizi, tekanan darah, kebugaran fisik, serta kesehatan gigi, mata, telinga, mental, dan riwayat imunisasi, tanpa pengambilan sampel darah.

- SMP/sederajat: Mencakup 15 jenis pemeriksaan, termasuk skrining talasemia dan tes kadar hemoglobin melalui pengambilan darah di ujung jari.

- SMA/sederajat: Dilaksanakan 14 jenis pemeriksaan, dengan tambahan skrining kesehatan reproduksi.

Proses pemeriksaan dilakukan di dua ruangan, satu untuk pemeriksaan fisik dan satu lagi untuk mata serta telinga.

Sementara itu, tes kebugaran fisik dilaksanakan di lapangan sekolah dengan bimbingan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara tenaga kesehatan dari Puskesmas dan para guru.

Persiapan telah dilakukan seminggu sebelumnya, termasuk pembagian kuesioner kepada siswa dan orang tua.

Jika ditemukan masalah, tindak lanjut bisa berupa rujukan individu ke Puskesmas atau program edukasi khusus bagi kelompok siswa, misalnya jika banyak yang mengalami obesitas.

Secara nasional, peluncuran cek kesehatan gratis untuk siswa ini telah berlangsung serentak pada 4 Agustus 2025 di 12 sekolah, madrasah, dan pesantren yang tersebar di berbagai kota, termasuk Jakarta, Bandung, Semarang, Sidoarjo, dan Tangerang.***

Editor : Fratama P.
#cek kesehatan gratis #siswa