LombokPost – Peralihan musim yang ditandai dengan perubahan cuaca cepat dari panas, berangin, hingga hujan lebat kembali memicu lonjakan kasus penyakit musiman di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dinas Kesehatan (Dikes) NTB mencatat peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan diare di berbagai wilayah, mendesak masyarakat untuk menjadikan gaya hidup sehat sebagai tameng paling efektif.
Kepala Dikes NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri, menjelaskan bahwa hingga Oktober 2025, tercatat 3.330 kasus DBD di seluruh NTB.
Kasus tertinggi masih didominasi wilayah perkotaan. Seruan Kewaspadaan Dini: DBD dan PSN 3M Plus.
Fikri menegaskan, gejala DBD sering menyerupai flu biasa. Ia mengeluarkan peringatan tegas.
“Jika demam berlangsung 2 hingga 7 hari, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan, jangan menunggu sampai kondisi memburuk,” tambahnya.
Upaya penanggulangan terus dilakukan bersama Kemenkes, termasuk melalui pendampingan kasus dan pengendalian vektor.
Dikes NTB mengapresiasi inovasi pengendalian DBD yang diluncurkan Pemkab Bima.
Masyarakat diimbau untuk disiplin menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus: Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang, serta melakukan larvasidasi rutin.
ISPA dan Diare Melonjak, PHBS Jadi Kunci
Selain DBD, Dikes NTB juga memantau kenaikan kasus ISPA dan diare.
ISPA: Tercatat 262.963 kasus pada kelompok usia dewasa (Januari–Oktober 2025). Gejala ISPA sangat bervariasi, termasuk batuk, demam, sesak napas, hingga nyeri sendi.
Diare: Tercatat 71.618 kasus (Januari–Oktober 2025), dengan pola penularan melalui fecal-oral (makanan/minuman tercemar).
Pencegahan ISPA dan diare ditekankan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker saat batuk/pilek, dan tidak meludah sembarangan.
Peringatan BMKG: Hujan Lebat Sepekan ke Depan
Sementara itu, BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid Lombok meminta masyarakat tidak lengah.
Prakirawan Agestia Artha Cania Dewi menjelaskan, peralihan musim ini akan memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama sepekan ke depan, dipicu oleh peningkatan labilitas udara di wilayah NTB.
Sembilan wilayah diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap hujan lebat, antara lain Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, dan Kota Bima.
BMKG mendesak masyarakat untuk segera mengambil tindakan pencegahan, baik pada diri sendiri (kebersihan diri dan nutrisi) maupun lingkungan sekitar (kesiapsiagaan bencana). (rur/yun/ewi/r3)
Editor : Kimda Farida