Tubuh Langsing Bukan Jaminan Bebas Kolesterol, Daewoong dan PERKI Ingatkan Risiko Obesitas Berat Badan Normal

Nurul Hidayati • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 13:01 WIB
Foto bersama dengan dr. Wicak Prasetiadi dan Dr. dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP dalam sesi edukasi media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kardiovaskular, yang diselenggarakan di Jakarta pada 23 Juli 2026.
Foto bersama dengan dr. Wicak Prasetiadi dan Dr. dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP dalam sesi edukasi media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kardiovaskular, yang diselenggarakan di Jakarta pada 23 Juli 2026.

LombokPost — Penampilan fisik bertubuh langsing ternyata tidak serta-merta menjadi jaminan seseorang terbebas dari ancaman kolesterol tinggi dan penyakit jantung.

PT Daewoong Pharmaceutical Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menggelar sesi edukasi media di Jakarta untuk meluruskan persepsi keliru masyarakat terkait kesehatan metabolik, Kamis (23/7).

Sesi edukasi tersebut menegaskan bahwa satu dari empat orang dewasa dengan berat badan normal ternyata mengalami gangguan metabolik.

Baca Juga: Daewoong Foundation Buka Pendaftaran untuk Young Medical Scientist Research Grant 2025

Bahkan, mereka yang memiliki berat badan normal namun metaboliknya tidak sehat menghadapi risiko penyakit kardiovaskular 2 hingga 3 kali lebih tinggi dibandingkan individu dengan kondisi metabolik yang sehat.

Fenomena ini menjadi alarm penting, khususnya bagi populasi Asia. Dibandingkan dengan populasi Barat, orang Asia cenderung mengalami penumpukan lemak visceral di sekitar organ dalam meski pada berat badan yang relatif lebih rendah.

Kondisi inilah yang dikenal dalam dunia medis sebagai normal-weight obesity atau obesitas pada berat badan normal.

Baca Juga: Daewoong Dorong Inovasi Terapi GERD di Indonesia Melalui Studi IIT Fexuprazan

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari PERKI, Dr. dr. Susetyo Atmojo, Sp.JP, menjelaskan bahwa seseorang bisa saja memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT/BMI) yang normal, namun menyimpan lemak visceral berlebih di dalam tubuhnya.

"Penumpukan lemak visceral dapat memicu resistensi insulin serta meningkatkan kadar kolesterol Low-Density Lipoprotein (LDL) dan trigliserida. Dislipidemia kerap kali berkembang tanpa gejala sama sekali. Karena itu, jangan menilai kesehatan hanya dari penampilan fisik, pemeriksaan profil lipid secara berkala adalah satu-satunya cara mengetahui kadar LDL-C secara akurat," ungkap Dr. Susetyo.

Target LDL 'Semakin Rendah Semakin Baik' dan Terapi Kombinasi

Baca Juga: Daewoong Memperkenalkan Prosedur Estetika Kombinasi Mutakhir di ‘AMUSE 2025’ Indonesia

Dr. Susetyo menambahkan, bagi pasien dengan risiko kardiovaskular sangat tinggi, pedoman medis terkini merekomendasikan penurunan kadar kolesterol jahat (LDL-C) hingga di bawah 55 mg/dL, atau turun sekurang-kurangnya 50 persen dari kadar awal.

"Berlaku prinsip 'semakin rendah, semakin baik'. Semakin rendah kadar LDL-C yang dicapai, semakin kecil pula risiko terjadinya serangan jantung, stroke, hingga kematian akibat penyakit kardiovaskular," tegasnya.

Untuk mencapai target penanganan yang optimal, salah satu terobosan medis yang dianjurkan adalah penggunaan terapi kombinasi dua jalur. Metode ini menggabungkan statin yang berfungsi menghambat pembentukan kolesterol di organ hati dengan ezetimibe, yang bertugas mengurangi penyerapan kolesterol di usus. Kombinasi dua zat aktif dalam satu tablet (single pill) ini terbukti memberikan efek penurunan LDL-C yang kuat tanpa harus menggunakan statin dosis tinggi, sekaligus memudahkan pasien dalam menjaga kepatuhan konsumsi obat jangka panjang.

Sementara itu, Head of Brand and Marketing Daewoong, dr. Wicak Prasetiadi, menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi masyarakat Indonesia.

"Sesi ini bertujuan meluruskan anggapan bahwa tubuh langsing terbebas dari risiko penyakit jantung. Daewoong akan terus perluas edukasi pencegahan dan penanganan kardiovaskular agar masyarakat makin sadar pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan darah rutin," pungkas dr. Wicak.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post Online
Risiko Jantung Tubuh Langsing Obesitas Berat Badan Normal PERKI Bahaya Kolesterol Tinggi Tanpa Gejala Terapi Kombinasi Statin Ezetimibe