Salah satu yang cukup menarik dan terbilang unik, Dirty Matcho Latte. Sebuah menu yang menjanjikan petualangan rasa lintas benua dalam satu gelas.
Minuman yang tersaji di Bonolog Cafe Mataram ini bukan sekadar kopi susu biasa.
Dia merupakan perpaduan berani antara teknik barista modern dengan bahan-bahan premium yang dikurasi secara saksama untuk menciptakan gradasi rasa yang kompleks.
Dirty Matcho Latte dibangun dengan ketelitian lapisan yang memanjakan mata sekaligus lidah.
Sebagai fondasi utama, minuman ini menggunakan vanilla milk yang lembut untuk memberikan sensasi creamy yang stabil.
Keunikan utamanya terletak pada penggunaan espresso khas Amerika Latin.
Karakter kopi Amerika Latin yang dikenal memiliki body yang kuat dan aroma yang kaya, disandingkan secara kontras dengan krim hojicha matcha.
Perpaduan hojicha yang memiliki aroma smoky (panggang) dengan pahitnya espresso.
Ini menciptakan dimensi rasa ‘dirty’ yang elegan dan tidak membosankan.
Tak hanya unggul dalam urusan rasa, Dirty Matcho Latte juga tampil sangat fotogenik dengan gradasi warna yang kontras.
Sebagai sentuhan akhir, barista menyematkan taburan serutan cokelat hitam dan putih (dark and white chocolate) di atasnya.
Taburan cokelat ini memberikan tekstur tambahan saat disesap. Perlahan meleleh dan menyatu dengan pekatnya krim matcha saat suhu minuman mulai menyatu.
Kombinasi ini menghasilkan transisi rasa dari manisnya vanila, pahitnya kopi, hingga aftertaste hojicha yang tertinggal lama di tenggorokan.
Dibanderol dengan harga Rp 65 ribu, Dirty Matcho Latte diposisikan sebagai pilihan bagi mereka yang menghargai kualitas bahan dan kerumitan rasa.
Minuman ini sangat cocok dinikmati sebagai teman bersantai di sore hari atau sebagai pendamping diskusi santai di kafe.
Bagi warga Mataram yang ingin mencicipi bagaimana pahitnya kopi Amerika Latin bersatu dengan lembutnya teh hijau Jepang, Dirty Matcho Latte merupakan sebuah standar baru dalam menikmati segelas latte yang berkelas.
Editor : Kimda Farida