Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Visi Kandidat (9): TGH Mujiburrahman, Ulama Sederhana Kaya Pengalaman

Administrator • Rabu, 29 Juli 2020 | 12:51 WIB
TGH MUJIBURRAHMAN   (Toni/Lombok Post)
TGH MUJIBURRAHMAN (Toni/Lombok Post)
Ketika banyak  figur ingin maju di Pilwali Mataram, TGH Mujiburrahman sempat menolak pinangan H Mohan Roliskana. Namun, ia akhirnya  luluh setelah ramai warga mendatanginya dan meminta agar bersedia dicalonkan sebagai wakil wali kota. 

-----------------------------------------

Pintu gerbang rumah TGH Mujiburrahman kemarin (28/7) terbuka lebar. Tepatnya di kompleks Yayasan Pondok Pesantren Al Raisiyah Sekarbela. TGH Mujiburahman menyambut hangat wartawan Lombok Post dengan segelas kopi hitam dan  kue kering. Wajahnya terlihat santai. Tenang dan mendamaikan.

TGH Mujiburahman menuturkan, sejak awal ia tidak memiliki niat atau hasrat maju di Pilkada Kota Mataram. Sebab, ia sudah dipercaya masyarakat Kota Mataram untuk menyuarakan aspirasi mereka menjadi anggota dewan.

Namun belakangan, masyarakat justru menginginkannya untuk maju sebagai Wakil Wali Kota Mataram mendampingi H Mohan Roliskana.

“Sebenarnya saya sudah berusaha menghindar. Tapi karena arus dari bawah (masyarakat) ini begitu kuat, makanya saya akhirnya ikhlaskan maju di Pilkada Kota Mataram,” tutur Anggota DPRD Kota Mataram empat periode ini.

Diceritakan, ini merupakan kedua kalinya ia berusaha menghindar. Sebelumnya, ia pernah diminta menjadi Ketua DPRD Kota Mataram oleh Ketua DPD Golkar Mataram H Mohan Roliskana. Bahkan oleh Ketua DPRD Mataram saat ini H Didi Sumardi ia diminta menjadi ketua dewan.

Namun TGH Mujib menolak. Ia merasa sudah cukup dengan posisinya sebagai anggota DPRD. “Itu saya tolak karena desakannya dari pimpinan partai. Cuma untuk maju menjadi bakal calon wakil wali kota ini desakan kuat itu dari masyarakat. Saya tidak bisa menghindar,” ucap pria kelahiran Sekarbela 11 Juli 1969 ini.

TGH Mujib tak bisa mengelak. Karena bagaimanapun, ia mengaku dirinya bisa seperti saat ini berkat masyarakat. Kehidupannya juga tidak bisa jauh dari masyarakat. Mengingat ia aktif berdakwah di Kota Mataram.

Alumni IAIN Mataram ini akhirnya memantapkan hati maju mendampingi H Mohan Roliskana. Ia mengikhtiarkan pengabdiannya mengutip sebuah ungkapan yang menjadi kaidah fiqih dalam hukum Islam.

“Para ulama konsensus mengatakan, kebijakan seorang pemimpin berkaitan dengan rakyatnya harus mengandung kemaslahatan dan kemanfaatan,” ungkap sosok yang memiliki hobi membaca tersebut.

Atas dasar pertimbangan untuk memberikan kemanfaatan inilah, ia akhirnya bersedia maju. “Inilah yang nanti harus dielaborasi dalam visi-misi pasangan kami,” sambungnya.

Visi dari pemerintahan yang sekarang yakni maju, religius, dan berbudaya menurutnya sangat bagus. Visi inilah yang harus dikuatkan dan dipertajam agar tampak dalam semua lini kehidupan masyarakat Kota Mataram.

“Masyarakat Kota Mataram memang harus maju. Dalam pelayanan publik pun harus diterapkan nilai religiusitas. Jangan sampai ada yang merasa kecewa dan diabaikan. Ini yang akan kami pertajam,” tegas pria empat anak ini.

Ia tak ingin nilai-nilai religiusitas itu hanya slogan. Harus benar-benar dipahami dan diresapi oleh pemangku kebijakan khususnya pejabat dan pegawai pelayanan publik. Sehingga pasangan yang memiliki jargon Harapan Untuk Mataram (HARUM) diyakininya siap melanjutkan dan mempertajam program yang sudah berjalan bagus. Memperluas cakupannya.

“Mataram merupakan ibu kota, sehingga harus lebih baik dari kabupaten kota lain yang ada di NTB dengan memaksimalkan segala potensi yang ada,” ujar pria yang pernah menimba ilmu di University Science Malaysia ini.

Kota Mataram menurutnya harus unggul dari aspek kesehatan, pendidikan, dan kegiatan perekonomian. UMKM harus mendapatkan pendampingan dan pembinaan. Karena peran UMKM menurutnya menjadi motor penggerak ekonomi yang bisa bertahan dalam berbagai keadaan. Inilah yang ingin ia perkuat. Kemudian gerakan sosial kemasyarakatan juga harus digaungkan.

TGH Mujib merupakan pelopor gerakan sosial kemanusiaan membantu sesama sejak tahun 2017 lalu. Membentuk Yayasan Peduli Umat Baitul Askiya, ia bersama anggota lainnya aktif membantu warga.

“Anggota yayasan ini sekitar 95 orang. Setiap bulan kami mengeluarkan donasi Rp 500 ribu untuk membantu warga,” ungkapnya.

Tak kurang dari Rp 40 juta berhasil dikumpulkan setiap bulan. Inilah yang disumbangkan bagi warga yang membutuhkan. Baik untuk kebutuhan berobat, pendidikan, fakir miskin hingga anak yatim. Warga yang memang membutuhkan tinggal datang meminta bantuan kepada yayasan ini. Bahkan anggota yayasan juga sering turun langsung menyalurkan bantuan.

“Mereka langsung dibantu tanpa birokrasi yang panjang. Alhamdulillah, gerakan ini sangat membantu masyarakat,” ucapnya.

Meneladani Rasulullah SAW, TGH Mujib menjelaskan dalam memberikan bantuan Nabi Muhammad SAW lebih cepat dari angin. Artinya tidak perlu berlarut-larut dan melalui birokrasi panjang untuk membantu masyarakat.

“Kalau pakai program pokir birokrasinya panjang. Karena aturannya memang seperti ini. Nah, gerakan seperti Baitul Askhiya inilah yang ingin kita perluas cakupannya,” tekadnya.

Gerakan ini menurutnya bisa menjadi salah satu kekuatan sosial ekonomi Kota Mataram. Jika bisa diperluas, maka kemanfaatannya akan jauh lebih besar bagi masyarakat yang membutuhkan. (HAMDANI WATHONI/r3)

  Editor : Administrator
#Pilwali Mataram #Pilkada #TGH Mujiburrahman #Mohan Roliskana