“Ini film drama remaja yang diangkat dari kisah nyata,” ujar Trish beberapa waktu lalu.
Kenapa Mohan? Sutradara film Obituary ini menjelaskan, selama ini publik lebih mengenal H Mohan sebagai sosok pajabat yang formal. Seorang wakil wali kota dengan latar birokrat dan politisi. Tapi menurutnya tak banyak yang tahu soal kisahnya di masa remaja.
“Banyak hal tentang H Mohan yang menarik diangkat dan dikisahkan ulang terutama saat ia remaja. Bagaimana ia merantau, kuliah, dan menemukan pujaan hati dan kembali ke Mataram untuk membangun kotanya,” sambungnya.
H Mohan remaja lulus sekolah menengah di Mataram kemudian merantau ke Jogjakarta untuk melanjutkan kuliah sekitar tahun 1992. Disinilah kisah bermula. Di masa kuliah ini, H Mohan bertemu dengan Kinastri, perempuan manis yang kelak ia sunting sebagai istri.
Pada momen ini Trish menangkap kisah remaja perantauan yang jatuh hati pada teman sekampus. Lengkap dengan konflik khas ala Mahasiswa. “Sisi-sisi ini sangat menarik dan layak untuk dinanti,” tambahnya.
Sementara itu terkait pembuatan film Mohan berdekatan dengan momen politik Pilwali Mataram, Trish memberi penjelasan. Baginya ada banyak nilai positif yang bisa dijadikan contoh bagi generasi muda di Mataram pada sosok H Mohan. Baik sebagai pemimpin maupun sebagai seorang kepala rumah tangga .
“Secara personal sejak lama saya mengagumi beliau, jadi tak ada urusan film ini dengan politik,” ujarnya.
Pekan lalu film Mohan telah merampungkan casting untuk mencari pemeran utama. Dari puluhan peserta yang terlibat, terpilih tiga remaja Mataram sebagai pemeran utama. Yakni Dzakky Raihan Daffa Purnomo sebagai H Mohan, Shaina Babheer sebagai Hj Kinastri Roliskana dan Lalu Gigih Arsanofa sebagai H Novian Rosmana.
Shaina Babheer yang terpilih sebagai pemeran utama perempuan dalam film ini mengaku bangga bisa terlibat dalam produksi film ini. Menurutnya ada banyak tantangan yang ia dapat terutama dalam mengeksplore sosok Hj Kinastri yang datang dari generasi yang jauh dengan dirinya.
“Tapi saya akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukannya,” ujarnya di sela-sela pengambilan gambar untuk poster Mohan di Mataram pekan lalu.
Hal senada juga disampaikan Daffa, baginya memainkan peran H Mohan memiliki tantangan tersendiri. Terlebih H Mohan merupakan tokoh publik yang dikenal luas.
“Tentunya saya bangga sekali bisa berperan sebagai pak Haji Mohan,” tambahnya.
Sementara itu Direktur Warna Advertising Firadz Pariska selaku produser menambahkan, pihaknya mengangkat kisah Mohan sebagai media untuk menginspirasi generasi muda Mataram. Yakni terkait figur H Mohan sebagai pemimpin muda yang tak lelah mengabdi untuk tanah kelahirannya.
“Bayak yang tak tahu bagaimana Bang Haji sewaktu muda, tentu ini akan menjadi tayangan menarik untuk dinanti,” ujarnya. (r2) Editor : Administrator