Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ini Dia Suhaili, Ahli Aspal di Balik Kemegahan Lintasan Sirkuit Mandalika

Administrator • Kamis, 28 Oktober 2021 | 01:09 WIB
BERI KARYA TERBAIK: Tim Ahli Mixing Aspal Sirkuit Mandalika Suhaili berdiri di lintasan lurus Pertamina Mandalika International Street Circuit.( TONI/LOMBOK POST)
BERI KARYA TERBAIK: Tim Ahli Mixing Aspal Sirkuit Mandalika Suhaili berdiri di lintasan lurus Pertamina Mandalika International Street Circuit.( TONI/LOMBOK POST)
Dari tangan Suhaili, aspal terbaik bisa dihamparkan di Pertamina Mandalika International Street Circuit. Indonesia, hanya memiliki dua ahli pencampuran aspal jenis Stone Mastic Asphalt yang wajib dipakai sirkuit kelas dunia. Suhaili salah seorang di antaranya.

 

HAMDANI WATHONI, Lombok Tengah

 

MATAHARI menjelang senja, tapi Suhaili masih tak beranjak dari Sirkuit Mandalika. Pekan lalu, Lombok Post mendapatinya sedang menyusuri bagian demi bagian sirkuit jalan raya MotoGP pertama di dunia tersebut. Sesekali di tengah track utama sirkuit, Suhaili terlihat duduk jongkok. Tangan kanannya lalu meraba aspal sirkuit. Terus berulang dilakukannya di banyak titik.

Begitulah hari-hari Suhaili sekarang. Tak ada lagi deru kendaraan penghampar aspal di sana. Pengaspalan sirkuit memang sudah rampung lama. Tapi, bukan berarti tanggung jawab pria kelahiran 1957 ini sirna begitu saja. Saban hari dia selalu mengecek kondisi sirkuit. Pagi dan sore. Memastikan aspal sirkuit sepanjang 4,31 kilometer tersebut tetap dalam kondisi terbaik hingga nanti dipakai pada ajang World Superbike pada 19-21 November.

“Sirkuitnya kan tinggal sebentar lagi akan dipakai untuk WSBK,” kata Suhaili kepada Lombok Post.

Suhaili adalah tim ahli yang didatangkan secara khusus oleh kontraktor pelaksana bersama pihak ITDC dan MGPA untuk membuat campuran Stone Mastic Asphalt (SMA) Sirkuit Mandalika. SMA, adalah aspal khusus yang dipakai untuk sirkuit di seluruh penjuru dunia.

Tak banyak ahli pencampuran aspal jenis SMA ini di Indonesia. Bahkan, Pusat Penelitian Pengembangan Jalan dan Jembatan milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), hanya memiliki dua orang ahli pencampuran aspal jenis SMA. Suhaili adalah seorang di antaranya.

Karena langka, maka jangan heran, jika Suhaili yang sebetulnya sudah pensiun dari berdinas di Kementerian PUPR pada 2013 silam, kini harus dipanggil kembali. Karena keahliannya, di Kementerian PUPR, Suhaili dijuluki sebagai ‘Bidan Aspal’.

Suhaili pun menjelaskan karakteristik aspal jenis SMA ini. Aspal ini memiliki tekstur permukaan kasar dan timbul. Karena itu, aspal harus dibuat khusus agar tidak mudah licin. Karena kenaikan antara tingkat kekesatan dan kecepatan linier.

“Makanya teksturnya lebih kasar. Kalau aspal biasa di jalan raya disiapkan untuk kecepatan sekitar 120 kilometer per jam. Kalau aspal jenis SMA bisa untuk kecepatan 360 kilometer per jam,” katanya.

Itu sebabnya, di jalan raya biasa, ketika pengendara melaju dengan melebihi batas kecepatan cengkeraman sirkuit, makan jalanan akan menjadi sangat licin bagi pengendara tersebut. Namun dengan aspal jenis SMA, meski pembalap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, aspal ini tidak mudah licin.

“Makanya, aspal SMA ini bisa juga untuk landasan pacu bandara. Karena ketika pesawat landing dengan kecepatan tinggi atau saat take off, roda pesawat tidak mudah tergelincir,” katanya.

Persentuhan Suhaili dengan aspal jenis SMA memang sudah sangat lama. Suhaili pula yang mengarsiteki pembangunan lintasan khusus berbahan aspal SMA milik pabrik ban ternama Indonesia Gadjah Tunggal. Lintasan tersebut kini menjadi fasiltias utama mengecek standar ban yang diproduksi Gadjah Tunggal.

Itu sebabnya, manakala diminta untuk mengarsiteki pencampuran aspal SMA Sirkuit Mandalika, Suhaili sudah tahu persis bagaimana dia harus memulai bekerja. Maka, jangan heran, jika secara khusus, Suhaili memobilisasi perangkat Aspalt Mixed Plant (AMP) dari Jakarta ke lokasi Mandalika. AMP tersebut tadinya khusus digukana untuk memproduksi aspal khusus untuk runway bandara.

Proyek Sirkuit Mandalika memang bukan proyek biasa. Selain karena ada marwah negara yang dipertaruhkan, sirkuit ini juga menuntut standar kelas dunia yang diawasi Federasi Motor Internasional dan Dorna Sports, dan harus tuntas dalam jangka waktu yang pendek.

Pada awal mulanya, sempat ada keraguan dari konsultan FIM dan Dorna Sport. Di hadapan tim konsultan tersebut, Suhaili lalu mendemonstrasikan pencampuran aspal jenis SMA di AMP yang secara khusus didatangkan dari Jakarta tersebut. Hasilnya, bukan hanya memenuhi aspek standar dari sisi teknis. Lebih dari itu, konsultan FIM dan Dorna sangat puas.

AMP yang didatangkan tersebut memang bukan ecek-ecek. Sekali produksi, AMP ini bisa menghasilkan tiga ton aspal SMA siap pakai. Dan inilah yang menjadi kunci pengaspalan Sirkuit Mandalika bisa dikerjakan dengan cepat. Sirkuit ini menjadi salah satu sirkuit tercepat yang dibangun di dunia, lantaran hanya memakan waktu 1,1 tahun saja.

“Saya nggak pernah tidur,” kata Suhaili berkelakar.

 

Bukan tanpa Kendala

 

Tentu mengerjakan Sirkuit Mandalika bukanlah mulus seluruhnya. Kendala demi kendala berdatangan. Misalnya, tiga orang timnya terpapar Covid-19. Otomatis ia harus tetap bekerja memastikan proses mixing aspal Sirkuit ini dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Suhaili bersyukur, situasi tersebut bisa dilalui.

Beberapa kali pula, aspal yang sudah diproduksi terpaksa digunakan di tempat lain karena tidak sempurna. Ada aspal yang sudah panasnya bagus kemudian bercampur dengan aspal yang over panas. Otomatis, aspal tersebut tidak bisa dipakai di sirkuit. “Saya minta dibuang digelar tempat lain. Jangan di sirkuit,” katanya.

Suhaili memang sangat detil. Pencampuran aspal jenis SMA memang harus dilakukan pada suhu 180 derajat Celcius. Berbeda dengan aspal yang umum dipakai di jalan-jalan utama di Indonesia, yang sudah cukup dicampur pada temperature 150 derajat Celcius. Ketepatan temperatur ini sangat dibutuhkan. Sebab, manakala suhu saat pencampuran over panas, maka kelengketan aspal akan kurang bagus. Menyebebakan aspal cepat rusak.

Kendala lain adalah cuaca. Pernah suatu ketika, cuaca di kawasan Mandalika berubah drastic. Akibatnya, temperatur aspal yang sudah siap pakai pun anjlok. Akibatnya fatal. Jangan kaget, jika dengan enteng Suhaili harus memerintahkan 90 ton aspal yang sudah siap harus dibuang ke tempat lain. Suhaili tidak ingin aspal tersebut digelar di Sirkuit Mandalika.

Itulah pilihan yang harus diambil untuk mewujudkan sirkuit terbaik di dunia. Karenanya, jangan heran, jika Sirkuit Mandalika memiliki International Roughness Index (IRI) di bawah 1. Semakin kecil nilai IRI semakin bagus.

“Kalau jalan tol ini nilai IRI-nya 4-6. Jadi kendaraan itu akan sangat seimbang di sirkuit ini dan cengkeramannya terhadap ban sangat kuat,” kata Suhaili.

Kemudian sirkuit ini juga didesain memiliki kelekatan yang bagus dengan adanya campran selulosa dan kapur. Ditambah Bitumen, bahan pembuatan jalan hasil campuran aspal yang sudah siap untuk membuat jalan, juga cukup tebal sehingga tidak mudah rusak akibat oksidasi atau proses kimiawi. Unsur aspaltin atau fraksi berat dan maltin fraksi ringan sirkuit ini didesain dengan jangka usia puluhan tahun. Fraksi berat dan fraksi ringan, adalah dua unsur bahan penting pembuatan aspal jalan.

“Kalau hujan, sirkuit juga cukup aman karena kemiringannya sampai 2 persen dan didukung drainase hauraton,” papar pria kelahiran Trenggalek, Jawa Timur ini.

Kini, Suhaili sepenuhnya sudah plong. Sirkuit terbaik bakal digunakan dalam hitungan hari. Tapi, tugas sekali lagi belum selesai untuknya. Sebab, Suhaili kini dipanggi kembali menjadi Widya Iswara untuk menjadi pengajar di Kementerian PUPR.

Selain ahli dalam aspal jenis SMA, Suhaili juga ahli dalam bidang jembatan dan jalan. Ia adalah arsitek yang menghasilkan acuan penentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk pembangunan jalan dan jembatan. Termasuk dalam pembuatan jalan beton standar yang kini menjadi acuan pembangunan jalan beton di seluruh Nusantara.

Dari tangannyalah kini, ahli-ahli pencampuran aspal dan ahli jalan dan jembatan terbaik Indonesia akan terlahir kelak. (*) Editor : Administrator
#WSBK #WSBK Mandalika #Pertamina Mandalika International Street Sircuit #Suhaili