----
Lahir di Jakarta 21 Juli 1992, Jonathan Rivian menjadi Chef Eksekutif Novotel Resort Lombok di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Pria berkacamata itu baru tiga bulan bekerja di Novotel Resort Lombok.
Di Novotel, Jonathan -panggilan kesehariannya- siap melayani masakan apa saja dari seluruh negara. Termasuk, masakan sejumlah daerah di Indonesia.
Dipastikan nambah lagi nasinya. Itu saking enaknya. Kemampuannya itu berawal dari pengalamannya bekerja sebagai chef di sejumlah restoran dan hotel di Qatar.
Di Qatar, ia bekerja selama 2,3 tahun. Mulai dari tahun 2015-2017. Pertengahan tahun 2017, ia kembali ke tanah air. Tepatnya, di tanah kelahirannya di Jakarta.
Jonathan sendiri merupakan alumni managemen tata boga Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung. Yang sekarang berubah nama menjadi Poltekpar Bandung.
Begitu lulus kuliah tahun 2014, Jonathan mencari pengalaman di sejumlah restoran dan hotel di Jakarta dan Bandung. Awal tahun 2015 berangkat ke Qatar. “Saya berharap, lewat pengalaman saya ini bisa menjadi inspirasi,” ujarnya pada Lombok Post.
Terutama, kata Jonathan bagi mereka yang bersekolah dan kuliah di program studi kuliner atau seni kuliner. Bagi pria 30 tahun tersebut, bekerja sebagai chef itu luar biasa. Apalagi, akhir-akhir ini chef di mata masyarakat menjadi pekerjaan yang bergengsi. Karena tidak semua orang memiliki kemampuan.
Kemudian tidak semudah yang dibayangkan. Semua orang memang bisa memasak, namun belum tentu memahami dan mengetahui pola, jenis dan cara memasak. Sehingga mampu mengundang selera seseorang menikmati masakan.
Dunia chef di Indonesia sendiri mulai dikenal setelah sejumlah televisi nasional menanyangkan lomba. Yang sering muncul di televisi yakni chef Junior John Rorimpandey atau chef Juna. Ada juga chef Arnold Poernomo dan chef Renatta Moeloek. Begitu pula di beberapa negara di dunia.
“Kalau urusan penghasilan, insya Allah sebanding dengan pekerjaan sebagai seorang chef,” ujarnya lagi sembari tersenyum.
Disinggung berapa, Jonathan enggan membeberkan. Yang pasti, sangat menjanjikan dan menggiurkan.
Yang tidak kalah pentingnya, seorang chef bisa berkeliling ke sejumlah negara di dunia dan Indonesia. Bukan karena bosan di tempat kerja. Melainkan, murni mencari dan mendalami pengalaman-pengalaman baru menyangkut masakan.
Lewat pengalaman baru itulah, chef mampu menguasai seluruh masakan yang ada di dunia dan nusantara. “Saat ini, saya sudah menguasai banyak masakan,” kata Jonathan didampingi Marketing and Public Relation Executive Novotel Resort Lombok Marti.
Dimulai dari masakan India hingga masakan-masakan sejumlah negara di Timur Tengah dan masakan bule. “Menurut saya masakan yang paling enak saya buat dari Libanon,” paparnya. (dss/r5) Editor : Rury Anjas Andita