LombokPost - Kebutuhan skincare dalam merawat kulit wajah, kini harus diarahkan pada pendekatan yang lebih cerdas, efektif, selektif, dan bertanggung jawab.
Dengan memprioritaskan kesehatan kulit wajah, untuk jangka panjang dan keberlanjutan.
Dokter Aesthetic dr Maya Pramudita mengungkapkan tren skincare saat ini terus berkembang, namun ada hal paling mendasar dalam merawat kulit wajah.
“Dimulai dengan riset sebelum menggunakan skincare, pahami dan pelajari kandungan bahannya dan disesuaikan dengan jenis kulitmu,” terangnya saat ditemui Lombok Post, Kamis (26/6).
Berikutnya, kenali jenis kulit wajah terlebih dulu, apakah jenis kulit kering, berminyak ataupun kombinasi. Tujuannya, agar bisa memilih produk yang sesuai.
Saat merawat kulit wajah, harus memahami bagaimana mengaplikasikan basic skincare. Pertama, rutin membersihkan wajah.
Ini adalah langkah awal yang paling fundamental untuk mengangkat kotoran, minyak, dan sisa make-up.
“Jangan sampai selesai beraktivitas, kemudian kita lupa membersihkan wajah. Padahal ini hal paling mendasar. Penggunaan pembersih wajah juga harus sesuai dengan kebutuhan, kalau memang lagi memakai make up, harus double cleansing,” tegasnya.
Menggunakan produk sunscreen atau tabir surya. dr Maya megatakan skincare ini dianggap sangat penting untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat matahari, penuaan dini, dan risiko kesehatan lainnya.
“Orang biasanya melupakan hal yang paling mendasar namun lebih mementingkan hal lain, misalnya lebih fokus dengan penggunaan krim atau serum, namun tabir surya dilupakan, sekarang harus,” jelasnya.
Menggunakan pelembap. Ini akan menjaga hidrasi kulit dan menjadi kunci dalam menjaga skin barrier agar tetap sehat dan berfungsi optimal. Pelembap membantu mengunci kelembapan dan melindungi kulit dari faktor eksternal.
Menurutnya, terkadang ada orang yang menganggap karena wajahnya sudah berminyak atau berjerawat, kemudian lupa mengaplikasikan pelembap ke kulit wajah, ini tidak semuanya benar.
“Terkadang kita harus menggunakan pelembap untuk menghidrasi kulit. Pemakaian obat atau krim penghilang jerawat berdampak pada kulit menjadi kering, sehingga harus menggunakan pelembap,” paparnya.
Tips lainnya, melakukan eksfoliasi, merupakan proses pengangkatan sel-sel kulit mati dari permukaan kulit wajah. “Ini cara pengangkatan sel kulit mati, biasanya orang ingin pori kulitnya kecil, kemudian menjadi lebih cerah, lebih lembab,” kata dia.
Namun penggunaan harus memikirkan jangka waktu. Eksfoliasi tidak boleh digunakan setiap hari, kemudian harus menggunakan produk skincare yang mengandung bahan aktif retinol dan retinal serta turunannya. Eksfoliasi bisa dilakukan 1-2 kali dalam seminggu.
“Ini tergantung kulitnya juga. Karena ada jenis kulit sensitif yang tidak bisa disamakan dengan kulit normal. Eksfoliasi akan bagus jika itu sesuai kebutuhan, karena kalau terlalu sering, dan kulitnya sensitif, ini bisa menyebabkan iritasi pada kulit,” jelasnya.
Dokter Maya juga mengingatkan, merawat kulit tidak cukup hanya dengan menggunakan produk skincare. Namun, harus mengatur dan memperbaiki gaya hidup, terutama dalam mengelola stres.
Stres masih disepelekan, tetapi sangat berpengaruh terhadap kesehatan kulit. Saat stres tidak bisa diatasi, menyebabkan hormon di dalam tubuh menjadi tidak stabil.
“Makanya stres ini awal dari segala penyakit, termasuk kulit kita tidak memancarkan keindahan, kusam, tidak ada aura, malah jerawatan karena stres,” ujarnya.
Tidur cukup. Dokter Maya mengatakan di era saat ini, aktivitas yang berlebihan membuat durasi tidur berkurang, ini harus dihindari oleh wanita. Olahraga teratur juga penting.
“Kaum mager atau rebahan harus mulai menggerakkan badan. Dengan berolahraga, semua tubuh bisa beraktivitas dengan baik, otomatis kulit akan lebih bagus,” kata dia.
Konsumsi makanan dan minuman yang sehat. Saat ini banyak yang mengkonsumsi bahan siap saji, mengandung tinggi gula dan garam, dan ini sangat mempengaruhi kesehatan kulit.
“Ini masuk ke gaya hidup tadi, berpengaruh terhadap kesehatan kulit kita. Ini harus diperbaiki. Kalau mau kulit wajah kita sehat, harus melakukannya secara keseluruhan,” jelas dr Maya.
Jangan lupa untuk melakukan konsultasi sebelum menggunakan skincare. Banyak ditemukan, seseorang yang melakukan treatment namun tidak pada dokter yang ahli dibidangnya, padahal treatment yang dilakukan adalah injeksi.
Dia mengingatkan, semua tindakan medis harus dikerjakan oleh dokter karena memiliki risiko medis dan efek samping. Sekecil apapun tindakannya, itu pasti memiliki risiko.
“Bagaimana meminimalisir risiko? tentu dengan cara datang berkonsultasi atau melakukan treatment yang dikerjakan oleh dokter berkompeten dan memiliki sertifikat,” tegasnya.
Saat ini, menjadi konsumen harus pintar dan selektif. Menurutnya, kulit yang dianugerahkan Tuhan jangan dijadikan ajang coba-coba, untuk memakai produk skincare yang belum diketahui kualitasnya.
“Harus lebih melek dalam memilih dan memilah, jadi jangan coba-coba karena setiap jenis kulit itu tidak sama, dan tidak akan sama lagi kalau sudah rusak,” ujarnya.
Contohnya, ketika coba-coba berdampak pada munculnya jerawat berlebihan, efeknya menimbulkan bekas. “Kalau bekas hanya pigmen berubah jadi kehitaman itu bisa diatasi, namun kalau sampai menimbulkan bopeng atau kerusakan lainnya, akan lebih sulit kembali seperti semula, tidak bisa 100 persen akan hilang,” terangnya.
Dia juga mengimbau, sebagai pengguna sosial media, bijak dalam menonton review dari influencer, harus diingat produk skincare itu cocok bagi orang lain namun belum tentu dengan kulit sendiri.
“Masing-masing skincare ada yang mengandung bahan aktif, itu harus dipahami. Ada bahan aktif yang tidak cocok dengan jenis kulit tertentu atau bahan aktif itu dicampur dengan bahan aktif yang lain itu bisa menimbulkan iritasi pada kulit,” paparnya.
Lebih berhati-hati terhadap produk skincare yang mengklaim keberhasilan dalam merawat kulit wajah secara berlebihan atau kerap disebut overclaim. Justru hasil instan dalam waktu cepat, patut dicurigai karena di dunia kecantikan, perawatan kulit wajah membutuhkan waktu dan proses.
“Tidak bisa kulit wajah langsung berubah secara cepat, kalau memakai produk itu, kecuali kandungan skincare berbahan aktif tinggi, ini justru berbahaya,” tegasnya.
Tak kalah penting, saat memakai produk skincare, wajib memperhatikan reaksi kulit, terutama ketika mencoba produk baru. Biasanya akan muncul reaksi kemerahan dan gatal.
“Jika ini terjadi, segera hentikan penggunaannya, ini berarti nggak cocok sama kulit wajahmu, dan hindari produk yang mengandung bahan kimia yang tidak sesuai kebutuhan dan jenis kulit,” pungkasnya. (yun/r3)
Editor : Siti Aeny Maryam