LombokPost - Seiring meningkatnya tren ini di NTB, kini banyak sekali bermunculan lokasi camping dan glamping. Hampir setiap kabupaten/kota di Bumi Gora punya tempat camping dan glamping yang jadi favorit.
Lombok Utara
Di Lombok Utara, salah satu spot camping di Batu Lantai di Desa Santong, Kecamatan Kayangan. Tempat ini menawarkan kombinasi sungai, hutan hingga air terjun dalam satu kawasan wisata alam.
Baca Juga: Camping Ground Sembalun Melejit, Sahabat Rinjani Jadi Favorit Mulai Rp 35 Ribu
Pendamping Pokdarwis Pesona Alam Santong (PAS) Satria Efendi mengatakan, pihaknya mulai mempromosikan sejumlah spot camping yang berada di kawasan wisata Santong. Salah satu yang dianggap paling premium ialah Batu Lantai.
“Spot Batu Lantai ini suasananya lengkap. Ada sungai, persawahan dan nuansa alamnya sangat terasa,” ujarnya.
Selain Batu Lantai, terdapat juga spot Tiu Lawang yang berada di kawasan hutan. Lokasi tersebut merupakan area air terjun yang membentuk hamparan pasir cukup luas sehingga cocok dijadikan lokasi berkemah.
Baca Juga: Desa Wisata Bukit Tinggi Kini Jadi Primadona Camping
Jaraknya sekitar satu kilometer dari perkampungan Santong. Di sini ada sungai yang merupakan aliran Sungai Sidutan. “Walaupun saat banjir, debit airnya tidak sampai meluap ke lokasi kemah,” katanya.
Spot lainnya yakni Tiu Prabu yang berada di tepi jalan kawasan hutan. Lokasi tersebut menjadi pintu masuk menuju puluhan air terjun di Desa Santong.
“Konsep wisata Pokdarwis Santong itu water fall kingdom. Karena itu Tiu Prabu jadi spot paling strategis karena menjadi akses masuk ke puluhan air terjun,” jelasnya.
Menurut Satria, Tiu Prabu menjadi lokasi awal yang dikembangkan sebagai area camping sejak 2021. Hingga kini, hampir setiap pekan selalu ada wisatawan yang datang berkemah.
Pokdarwis sendiri belum menarik retribusi resmi kepada pengunjung. Ini karena belum memiliki dasar penarikan tarif. Namun, pihaknya menyediakan jasa pendampingan dan fasilitasi kebutuhan wisatawan.
"Kita menjual jasa. Karena kalau tanpa pendamping yang paham kondisi lokasi, keamanan pengunjung tidak bisa dijamin,” tandasnya.
Lombok Timur
Selain Sembalun, camping ground di Lombok Timur juga bisa ditemukan di berbagai tempat lain yang tidak kalah menarik. Seperti di Desa Wisata Jeruk Manis, Tetebatu, Tetebatu Selatan, Sapit, Bebidas dan lainnya. Salah satu yang baru adalah camping ground Tibu Bunter Desa Jeruk Manis.
Pemilik camping ground Tibu Bunter Harun Arrasyid menyampaikan tempat ini masih baru, sehingga belum begitu terkenal. Karena lokasi ini baru dibuka awal tahun lalu. Kendati masih baru namun tempat ini juga menjadi lokasi yang banyak dikunjungi.
"Sebenarnya sudah lama sih ada yang camping di sini. Tapi kalau pembukaan resminya baru beberapa bulan lalu," terang Guru Harun panggilan akrabnya, Kamis (14/5).
Kata dia, sejak dibuka lokasi camping tersebut hampir setiap Sabtu dan Ahad kunjungan selalu ramai. Termasuk saat libur panjang sekolah dan kuliah. Karena sebagian besar pengujung merupakan siswa dan mahasiswa.
Tibu Bunter menawarkan suasana alam yang masih asri dan udara sejuk khas pegunungan. Selain itu dekat dengan air terjun Tibu Bunter dan bisa menyaksikan sunrise.
Camping ground ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti parkiran yang luas, kamar mandi dan tempat salat. Tidak hanya itu, pengujung juga bisa menikmati soto Tibu Bunter yang sangat enak dan terkenal di desa Jeruk manis dan sekitarnya.
Lokasi lainnya yang ramai pengunjung adalah Tetebatu Glamping. Pengelola Tetebatu Glamping Sarjaya menyampaikan tempat ini banyak dikunjungi wisatawan asing. "Selain Glamping kita juga ada area camping ground," terangnya.
Selain itu, pengujung tidak hanya menikmati suasana alam Tetebatu namun para pengunjung juga diberikan edukasi bagaimana membuat kopi (kopi proses), menanam kayu dan berbagai kegiatan lainnya.
Lombok Barat
Gunung Jae di Desa Sedau, Kecamatan Narmada kini menjadi primadona baru bagi pecinta camping. Dikelola secara profesional oleh Pokdarwis Dewi Sedau, lokasi ini menawarkan pesona alam yang unik.
Ketua Pokdarwis Dewi Sedau, Sovia Handayani, mengungkapkan bahwa daya tarik utama Gunung Jae adalah posisinya yang berada tepat di pinggir danau. "Kami membranding tempat ini sebagai 'Miniatur Segara Anak'. Jadi bagi masyarakat yang ingin merasakan sensasi berkemah di tepi danau seperti di Rinjani tapi belum kesampaian, mereka bisa datang ke sini," ujar Sovia kepada Lombok Post.
Salah satu keunggulan utamanya adalah aksesibilitasnya. Jika biasanya tempat berkemah yang estetik menuntut pendakian fisik yang melelahkan, Gunung Jae menawarkan kemudahan bagi semua kalangan, termasuk lansia dan anak-anak.
"Lokasi kami sangat strategis. Pengunjung bisa membawa mobil langsung ke area camping. Tidak perlu capek mendaki atau jalan jauh untuk mendapatkan spot foto yang estetik," tambahnya.
Kapasitas lokasinya pun terbilang fantastis yang mampu menampung hingga 500 pengunjung atau sekitar 250 tenda dalam satu waktu. Bagi pengunjung yang tidak ingin repot membawa peralatan, Pokdarwis Dewi Sedau menyediakan paket lengkap.
Untuk fasilitas penunjang, pengelola telah menyiapkan 20 unit toilet, musala, hingga penerangan yang memadai. Selain berkemah, Pokdarwis juga menawarkan Tur Desa di Dusun Sedau Baru. Tur ini mengajak wisatawan melihat sisi autentik desa melalui pertunjukan wayang, musik tradisional, hingga hamparan persawahan yang masih sangat asri.
Selain di Desa Sedau, Desa Bukit Tinggi di Kecamatan Gunungsari juga menegaskan posisinya sebagai destinasi primadona baru di Lombok Barat. Tak hanya menawarkan udara pegunungan yang asri, desa ini kini bertransformasi menjadi pusat wisata minat khusus dengan menghadirkan sensasi camping eksklusif di sekitar proyek strategis nasional, Bendungan Meninting, hingga petualangan membelah hutan menuju air terjun.
"Kami menawarkan pengalaman berbeda," ujar Kepala Desa Bukit Tinggi Ahmad Muttaqin kepada Lombok Post.
Dia mengungkapkan, ada enam titik strategis yang kini disiapkan untuk area perkemahan (camping ground). Tak berhenti di camping, Desa Bukit Tinggi juga mempromosikan wisata petualangan melalui Trekking Air Terjun Balle Puntik. Destinasi ini dikelola secara profesional oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bukit Tinggi.
Tidak itu saja, di Lombok Barat ada Beach Camp Lombok di Desa Sekotong Barat. Perjalanan menuju destinasi ini menawarkan sensasi petualangan yang unik sejak awal. Untuk mencapai lokasi yang tersembunyi di Kecamatan Sekotong ini, pengunjung harus memulainya dari bibir Pantai Cemara, Lembar Selatan. Di sana, sebuah dermaga sederhana menjadi titik tunggu bagi perahu-perahu nelayan yang akan menjemput.
I Gusti Ayu Syskha Sri Rahayu selaku pemilik menuturkan, Beach Camp Lombok menawarkan beragam pilihan yang fleksibel. Mulai dari paket kemping tenda standar bagi para petualang, glamping (glamour camping) bagi mereka yang mendambakan kenyamanan bak hotel di tengah alam, hingga rumah kayu bagi pengunjung yang menginginkan privasi total.
Ayu sendiri tak menyangka sejak hadirnya Beach Camp Lombok pada tahun 2022 cukup diminati. Diakui, rata-rata pengunjung yang datang masih wisatawan lokal NTB. Namun mulai pertengahan tahun 2024, tamu-tamu mancanengara mulai berdatangan. “Biasanya yang turis-turis ini datang di bulan Juli-Agustus, high seasonnya disana,” ucap Ayu.
Lombok Tengah
Salah satu camping ground di Lombok Tengah ada di Dusun Gelogor, Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata. Namanya Lembah Datu.
“Sekarang orang tidak perlu mendaki berjam-jam ke Rinjani untuk merasakan sensasi tidur di bawah bintang. Di sini, aksesnya mudah, mobil dan motor bisa masuk,” ujar Rohim, pemilik Camping Ground Lembah Datu pada Lombok Post, Selasa (12/5).
Di Lembah Datu ada tiga lokasi camping yakni camp 1 seluas 12,5 are, camp 2 seluas 10 are, dan camp 3 seluas 20 are. Untuk camp 3 dan camp 2 lebih diperuntukkan kegiatan khusus berupa kegiatan pecinta alam yang ingin lebih tertutup bernuansa hutan dan dekat dengan sungai. Sementara camp 1 lebih untuk area umum kegiatan gathering, kumpul keluarga dan sebagainya. (bib/par/ton/ewi/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online