Olahraga Juga Penting
Selain pola makan, olahraga berperan penting dalam mendukung kebugaran dan proses penurunan berat badan.
Namun, olahraga untuk menurunkan berat badan tidak harus selalu berat atau dilakukan di pusat kebugaran.
Aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi kesehatan justru lebih mudah dijalankan secara rutin.
Jalan cepat, bersepeda, berenang, senam aerobik, dan joging bisa menjadi pilihan aktivitas aerobik.
“Jalan cepat, bersepeda, berenang, senam aerobik, dan jogging dapat menjadi pilihan aktivitas aerobik. Latihan kekuatan juga penting untuk membantu mempertahankan massa otot selama proses penurunan berat badan,” terang dosen yang akrab disapa Nining itu.
Nining menjelaskan, rekomendasi umum bagi orang dewasa adalah melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150-300 menit per minggu, disertai latihan penguatan otot minimal dua kali seminggu.
Bagi pemula, aktivitas fisik dapat dimulai dari durasi yang lebih singkat. Intensitas dan durasinya kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.
“Konsistensi menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan berat badan. Olahraga yang dilakukan secara rutin dan realistis lebih mudah menjadi kebiasaan dibandingkan aktivitas berat yang sulit dipertahankan,” ujarnya.
Baca Juga: Kopi Keliling Makin Kreatif, Kopling Tawarkan Kopi Kekinian Harga Terjangkau
Rasa malas berolahraga kerap menjadi hambatan ketika seseorang menjalani diet. Untuk mengatasinya, Nining menyarankan agar olahraga tidak dipandang sebagai beban atau hukuman karena berat badan bertambah. Sebaliknya, aktivitas fisik perlu menjadi bagian dari gaya hidup.
Masyarakat dapat memulainya melalui kegiatan sederhana yang menyenangkan, seperti berjalan kaki, bersepeda santai, atau melakukan senam ringan.
“Tidak perlu langsung menargetkan olahraga selama satu jam. Jalan kaki selama 15 menit dapat menjadi langkah awal untuk membangun rutinitas, kemudian durasi dan intensitasnya ditingkatkan secara bertahap,” ucapnya.
Membuat jadwal yang realistis, memilih olahraga yang disukai, serta mengajak teman atau keluarga juga dapat membantu menjaga motivasi. Dengan memulai dari aktivitas sederhana, olahraga untuk menurunkan berat badan tidak harus terasa sebagai kewajiban yang memberatkan. Hal terpenting adalah membangun kebiasaan yang dapat dilakukan secara konsisten.
Baca Juga: Olahraga Saat Cuaca Panas, Jangan Abaikan Hidrasi
Berat badan yang kembali naik setelah diet sering berkaitan dengan perubahan pola makan dan aktivitas fisik yang hanya dilakukan sementara. Ketika target berat badan tercapai, sebagian orang kembali pada kebiasaan sebelumnya. Akibatnya, upaya mempertahankan hasil diet menjadi lebih sulit.
Nining menekankan pentingnya perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Diet sehat tidak cukup hanya dengan mengganti menu makanan selama beberapa minggu. Pengaturan porsi, keseimbangan asupan, aktivitas fisik, dan istirahat perlu menjadi bagian dari rutinitas.
“Karena itu, mempertahankan hasil diet membutuhkan pendekatan jangka panjang. Kebiasaan yang dapat dilakukan secara konsisten menjadi salah satu kunci untuk menjaga kesehatan dan kebugaran,” tuturnya.
Baca Juga: Bisnis Photo Booth Punya Peluang Cuan Menjanjikan
Karena itu, cara menurunkan berat badan sebaiknya tidak hanya berorientasi pada target jangka pendek. Perubahan pola hidup yang realistis dan berkelanjutan dapat membantu seseorang mempertahankan kebiasaan sehat setelah program diet selesai.
Bagi masyarakat yang berulang kali gagal diet, Nining mengingatkan agar tidak hanya mengejar angka timbangan atau standar penampilan di media sosial. Tujuan utama diet seharusnya adalah menjaga kesehatan dan meningkatkan kebugaran. Setiap orang memiliki kebutuhan serta kondisi tubuh yang berbeda sehingga pendekatan diet perlu disesuaikan.
“Diet sehat juga bukan berarti harus berhenti menikmati makanan favorit. Hal yang lebih penting adalah belajar mengatur porsi, frekuensi konsumsi, serta keseimbangan asupan makanan,” pungkasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post