Diet Sehat Tak Harus Ekstrem, Konsistensi Jadi Kunci Utama

Jay • Dipublikasikan Minggu, 1 November 2026 | 20:47 WIB
Baiq Satrianingsih
Baiq Satrianingsih
LombokPost- Diet sering kali berakhir di tengah jalan karena banyak orang menginginkan hasil secara instan. 
Padahal, keberhasilan diet sehat bukan sekadar soal seberapa cepat berat badan turun. Konsistensi menjalankan pola hidup sehat justru menjadi kunci untuk menjaga hasilnya dalam jangka panjang.
Akademisi Pendidikan Jasmani dan Ilmu Keolahragaan Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Baiq Satrianingsih menilai kegagalan diet tidak selalu disebabkan kurangnya niat atau kedisiplinan.
Keinginan mendapatkan hasil cepat tanpa diimbangi perubahan kebiasaan sehari-hari menjadi salah satu persoalan yang kerap dihadapi.
Menurutnya, banyak orang terlalu berfokus pada angka timbangan. Padahal, diet sehat juga berkaitan dengan kebugaran, kualitas asupan gizi, serta kebiasaan hidup yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Digital Detox Tak Harus Hapus Akun Media Sosial
"Karena itu, menurunkan berat badan sebaiknya tidak dilakukan melalui diet ekstrem. Perubahan pola makan, aktivitas fisik, dan istirahat perlu berjalan seimbang agar upaya menjaga kesehatan tidak berhenti setelah target berat badan tercapai,” ujar perempuan bergelar doktor itu.
Pola hidup sehat menjadi fondasi utama dalam menjalankan diet. Masyarakat tidak perlu menerapkan aturan makan yang terlalu ketat atau menahan lapar secara berlebihan untuk mendapatkan hasil.
Cara menurunkan berat badan secara sehat dapat dimulai dengan mengatur porsi makan, memperhatikan kualitas gizi, membatasi konsumsi gula berlebihan, serta membiasakan aktivitas fisik.
Pola makan seimbang juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing individu.
Diet sehat membutuhkan konsistensi. Penurunan berat badan secara bertahap dengan kebiasaan yang berkelanjutan lebih layak dijadikan tujuan dibandingkan mengejar perubahan drastis dalam waktu singkat.
Dengan demikian, keberhasilan diet tidak semata-mata diukur dari angka timbangan. Kemampuan mempertahankan pola makan seimbang dan kebiasaan hidup sehat juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan.
Baca Juga: Bisnis Photo Booth di Mataram Tumbuh, Jadi Ruang Ekspresi dan Ikatan Sosial

 

Olahraga Juga Penting

Selain pola makan, olahraga berperan penting dalam mendukung kebugaran dan proses penurunan berat badan.

Namun, olahraga untuk menurunkan berat badan tidak harus selalu berat atau dilakukan di pusat kebugaran.

Aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi kesehatan justru lebih mudah dijalankan secara rutin.

Jalan cepat, bersepeda, berenang, senam aerobik, dan joging bisa menjadi pilihan aktivitas aerobik.

“Jalan cepat, bersepeda, berenang, senam aerobik, dan jogging dapat menjadi pilihan aktivitas aerobik. Latihan kekuatan juga penting untuk membantu mempertahankan massa otot selama proses penurunan berat badan,” terang dosen yang akrab disapa Nining itu.

Nining menjelaskan, rekomendasi umum bagi orang dewasa adalah melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150-300 menit per minggu, disertai latihan penguatan otot minimal dua kali seminggu.

Bagi pemula, aktivitas fisik dapat dimulai dari durasi yang lebih singkat. Intensitas dan durasinya kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan.

“Konsistensi menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan berat badan. Olahraga yang dilakukan secara rutin dan realistis lebih mudah menjadi kebiasaan dibandingkan aktivitas berat yang sulit dipertahankan,” ujarnya.

Baca Juga: Kopi Keliling Makin Kreatif, Kopling Tawarkan Kopi Kekinian Harga Terjangkau

Rasa malas berolahraga kerap menjadi hambatan ketika seseorang menjalani diet. Untuk mengatasinya, Nining menyarankan agar olahraga tidak dipandang sebagai beban atau hukuman karena berat badan bertambah. Sebaliknya, aktivitas fisik perlu menjadi bagian dari gaya hidup.

Masyarakat dapat memulainya melalui kegiatan sederhana yang menyenangkan, seperti berjalan kaki, bersepeda santai, atau melakukan senam ringan.

“Tidak perlu langsung menargetkan olahraga selama satu jam. Jalan kaki selama 15 menit dapat menjadi langkah awal untuk membangun rutinitas, kemudian durasi dan intensitasnya ditingkatkan secara bertahap,” ucapnya.

Membuat jadwal yang realistis, memilih olahraga yang disukai, serta mengajak teman atau keluarga juga dapat membantu menjaga motivasi. Dengan memulai dari aktivitas sederhana, olahraga untuk menurunkan berat badan tidak harus terasa sebagai kewajiban yang memberatkan. Hal terpenting adalah membangun kebiasaan yang dapat dilakukan secara konsisten.

Baca Juga: Olahraga Saat Cuaca Panas, Jangan Abaikan Hidrasi

Berat badan yang kembali naik setelah diet sering berkaitan dengan perubahan pola makan dan aktivitas fisik yang hanya dilakukan sementara. Ketika target berat badan tercapai, sebagian orang kembali pada kebiasaan sebelumnya. Akibatnya, upaya mempertahankan hasil diet menjadi lebih sulit.

Nining menekankan pentingnya perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Diet sehat tidak cukup hanya dengan mengganti menu makanan selama beberapa minggu. Pengaturan porsi, keseimbangan asupan, aktivitas fisik, dan istirahat perlu menjadi bagian dari rutinitas.

“Karena itu, mempertahankan hasil diet membutuhkan pendekatan jangka panjang. Kebiasaan yang dapat dilakukan secara konsisten menjadi salah satu kunci untuk menjaga kesehatan dan kebugaran,” tuturnya.

Baca Juga: Bisnis Photo Booth Punya Peluang Cuan Menjanjikan

Karena itu, cara menurunkan berat badan sebaiknya tidak hanya berorientasi pada target jangka pendek. Perubahan pola hidup yang realistis dan berkelanjutan dapat membantu seseorang mempertahankan kebiasaan sehat setelah program diet selesai.

Bagi masyarakat yang berulang kali gagal diet, Nining mengingatkan agar tidak hanya mengejar angka timbangan atau standar penampilan di media sosial. Tujuan utama diet seharusnya adalah menjaga kesehatan dan meningkatkan kebugaran. Setiap orang memiliki kebutuhan serta kondisi tubuh yang berbeda sehingga pendekatan diet perlu disesuaikan.

“Diet sehat juga bukan berarti harus berhenti menikmati makanan favorit. Hal yang lebih penting adalah belajar mengatur porsi, frekuensi konsumsi, serta keseimbangan asupan makanan,” pungkasnya.

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Diet sehat Cara menjalankan diet sehat Tips diet sehat Konsistensi menjalankan diet pola hidup sehat