Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tidak Harus ke Pasar Loak, Ada Kamera Peninggalan Perang Dunia II di Pamour Gallery Antiques and Fine Art

Lombok Post Online • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 12:59 WIB

 

KAMERA BERSEJARAH: Beginilah tampilan kamera peninggal masa perang dunia II yang ada di Pamour Gallery Antiques and Fine Art Senggigi.
KAMERA BERSEJARAH: Beginilah tampilan kamera peninggal masa perang dunia II yang ada di Pamour Gallery Antiques and Fine Art Senggigi.
 

LombokPost - Untuk mendapatkan barang antik tidak mesti di pasar loak.

Di tengah dinamika pariwisata Senggigi, Lombok Barat, beberapa toko pusat kerajinan dan barang antik masih setia bertahan.

Salah satunya adalah Pamour Gallery Antiques and Fine Art.

Ini adalah pusat penjualan barang unik serta beberapa barang yang memiliki nilai historis istimewa.

Mulai dari benda peninggalan sejarah, kerajinan tangan, hingga benda dengan teknologi di masa lampau tersedia di sini.

”Kami buka sejak tahun 1998 di era kejayaan pariwisata Senggigi saat itu. Syukur masih bertahan sampai sekarang,” ujar Azrai atau yang karib disapa Jerry, salah satu pegawai Pamour Galery.

Berawal dari kecintaan ownernya Fendy Loekman terhadap barang antik dan unik peninggalan kolonial Belanda, saat itu Pamour Gallery menggelar acara pertunjukan barang-barang unik peninggalan sejarah dan kebudayaan masyarakat Lombok dan Indonesia umumnya.

Dari sanalah kemudian toko Pamour Gallery ini dibuka dan bertahan sampai saat ini.

Aneka barang antik dan unik tersedia di toko yang terdiri dari dua lantai ini.

Menampung sederet barang antik yang berasal bukan hanya dari Lombok, tetapi dari beberapa daerah di Indonesia bahkan ada yang dari luar negeri.

”Ada kamera peninggalan perang dunia II. Kemudian ada peninggalan dari kebudayaan China di era Dinasti Ming hingga kotak perhiasan,” ucap Jerry menunjukkan sebuah lemari yang di dalamnya terdapat barang antik.

Khusus untuk kamera peninggalan perang dunia II yang ada di Pamour Gallery, Jerry mengaku sebenarnya barang ini berjumlah dua unit. Namun satu unit sudah laku.

Sehingga tersisa tinggal satu unit.

”Kemarin sudah ada yang beli, tinggal ini tersisa,” paparnya.

Kondisi kamera tersebut lebih berat dibanding kamera DSLR pada umumnya.

Hampir semua bagian terbuat dari plat besi. ”Ini menggunakan rol film,” terang pria asal Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi Lombok Barat tersebut.

Kamera ini didapatkan pihak galeri dari para pengoleksi barang antik.

Cerita dari mulut ke mulut hingga kemudian dijual di toko.

Harganya kisaran Rp 15 juta.

Selain kamera, ada juga beberapa radio yang diproduksi di masa awal kemerdekaan RI.

Radio-radio tersebut sudah tidak akan ditemukan di era saat ini.

Tak melulu barang dengan teknologi masa lampau.

Di Pamour Gallery, ada juga hasil kerajinan tangan manusia seperti lukisan, patung, topeng, hingga tulisan dari lontar.

Bahkan ada Alquran berusia ratusan tahun yang juga dibuat dari daun lontar.

”Tulisan lontar ini menggunakan bahasa Sansekerta yang diukir dengan benda tajam. Sementara Alquran yang dibuat dari daun lontar ini juga dibuat dengan cara yang hampir sama. Alquran ini berusia ratusan tahun sebelum era kemerdekaan,” ungkapnya.

Biasanya, tulisan bernuansa religi ini banyak diminati wisatawan asal Maroko atau negara-negara Islam yang berlibur ke Senggigi.

Dari sekian barang antik dan bersejarah yang dijual Pamour Gallery, Jerry menjelaskan ada beberapa barang yang paling banyak diincar.

Salah satunya adalah Patung Sasak Primitif.

Selain harganya yang lebih terjangkau dibandingkan barang lain, patung ini dianggap sebagai ciri khas budaya Sasak yang menarik minat dan antusias para wisatawan.

”Padahal kalau dilihat patung primitifnya bentuknya tidak jelas. Berbeda dengan topeng atau patung yang dibuat detil. Cuma ini yang memang paling banyak dicari,” tuturnya.

Harganya kisaran Rp 700 ribu hingga jutaan.

Tergantung dari bentuk dan ukuran. Patung primitif banyak dibeli oleh wisatawan Eropa bahkan nusantara. Sehingga ini menjadi salah satu favorit kolektor barang antik.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Penjualan barang antik menurut Jerry saat ini terbilang lesu.

Dibandingkan dengan masa kejayaan pariwisata Senggigi sebelum era 90-an.

Dia berharap, dengan pemerintahan yang baru, ke depan Senggigi bisa kembali Berjaya sehingga kunjungan wisatawan semakin meningkat.

Editor : Kimda Farida
#Senggigi #barang antik #Pasar Loak #kerajinan #Lombok