Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Komunitas GPX, Pencinta BMX Kampung Bertekad Guncang Sirkuit Nasional (bagian 1)

Miq Ade • Selasa, 3 Oktober 2023 | 06:30 WIB
 
Anak-anak komunitas GPX sedang berlatih di sirkuit Meninting, Lombok Barat.
Anak-anak komunitas GPX sedang berlatih di sirkuit Meninting, Lombok Barat.
 
PEDAL sepeda diinjak dengan keras. Debu beterbangan seiring dengan putaran roda yang berputar cepat. Sepeda BMX itu, meluncur seperti anak panah lepas dari busurnya. 
 
Kaki mengayuh dengan rapat. Bocah-bocah itu beradu nyali dan tenaga. Berlomba siapa yang akan menjadi jawara. 
 
Johan Rahmatullah mengulum senyum puas. Usianya memang tak lagi muda, tapi semangatnya tak kalah membara dengan bocah-bocah yang beradu tangkas itu. 
 
"Komunitas ini telah berdiri sejak tahun 90-an," tuturnya, menyiratkan rasa bangga, Senin (2/10). 
 
Artinya telah puluhan tahun komunitas ini eksis. Anggota dan pengurusnya telah silih berganti. 
 
"Nama komunitasnya juga berulang kali berubah. Awalnya Gapsel (akronim dari) Gapuk Selatan, lalu berubah menjadi Gerakan Pemuda Xstreem atau GPX, berubah lagi menjadi Gapsel, dan kini kembali lagi jadi GPX," tuturnya. 
 
Perubahan nama bukan tanpa alasan. Ini antara pertarungan ide identitas kebanggaan diri sebagai anak Gapuk, Dasan Agung, Kota Mataram dengan keinginan membuka diri menerima kehadiran anggota dari luar. "Memberi ruang pada orang luar Gapuk, Dasan Agung untuk bergabung juga," ujarnya.
 
Dan pertarungan ide itu akhirnya sampai pada keputusan membuat ruang atau wadah yang lebih besar. Tidak hanya bagi mereka yang berasal dari Gapuk, tetapi bagi siapapun yang mencintai BMX. 
 
"Itulah kenapa sejak saya mengetuai komunitas ini pada tahun 2017 lalu, namanya kembali menjadi GPX," tuturnya. 
 
Ide komunitas ini berangkat dari sekumpulan anak-anak yang sangat mencintai sepeda BMX. "Dulu kan pernah tenar sepeda BMX produknya Wimcycle pada era tahun 90-an," kenangnya. 
 
Di masa itu, para pecinta BMX terbiasa bergerombol -- sebelum mengenal olah raga profesionalnya. Aktivitasnya pun seputar kumpul-kumpul hingga touring. 
"Dan sekali waktu lomba adu cepat," imbuhnya. 
 
Berbagai event kelas tarkam diikuti. Baik yang diadakan di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, hingga Lombok Timur. 
 
Anak-anak dari Gapuk itu tak jarang menjuarai lomba. Tentu saja prestasi itu membangkitkan rasa bangga. "Sampai kita namai Gapuk sebagai lingkungan para pembalap," celetuknya lalu tertawa. 
 
Sayangnya, seiring waktu berjalan jumlah pengguna sepeda BMX semakin berkurang. Anak-anak masa kini lebih bangga menggunakan sepeda motor lalu membuat bising jalanan kota dengan kenalpot racing-nya. 
 
"Sejak itu jumlah anggota komunitas terus berkurang, tapi kami bertekad mempertahankannya," tegasnya.
 
Tentu saja bukan dengan mengembalikan sepeda BMX ke jalanan seperti dulu. Johan melihat ada peluang membuat BMX tetap eksis dan menjadi kebanggaan Gapuk, Dasan Agung.
"Lewat pembinaan calon atlet BMX," ujarnya. 
 
Johan membentuk kepengurusan yang terdiri dari 15 orang. Setelah itu berburu bibit atau talent anak-anak yang memiliki bakat di BMX.
 
"Yang lain lagi ada yang bertugas mencari sponsor untuk pendanaan kami agar bisa eksis dan ikuti event," jelasnya. 
 
Hasilnya, saat ini sudah ada 8 orang calon atlet. Semuanya berstatus binaan komunitas GPX.  "Kami percaya kalau komunitas ini sukses mencetak atlet berprestasi, kesuksesan itu yang akan menarik banyak orang bergabung seperti dulu lagi. Sekarang orang butuh bukti, tidak seperti dulu hanya dengan bergerombol bisa menarik minat banyak orang ikut bergabung," ujarnya.
 
Agar hasil dari pembinaan komunitas lebih terarah, GPX menunjuk seorang pelatih. Tugasnya mengembangkan potensi dan kemampuan anak binaan agar berprestasi di tingkat nasional. 
 
"Kami langsung target prestasi nasional karena event tingkat daerah dan provinsi hampir tidak pernah diadakan," ujarnya tertawa. Miris. (bersambung)
 
Editor : Redaksi Lombok Post
#bmx #Gapuk #GPX #Mataram #Dasan Agung