Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Suhu di Mataram Capai 34,2 Derajat Celcius, Dikes Sampaikan Imbauan Kesehatan

Miq Ade • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 09:00 WIB
dr H Usman Hadi
dr H Usman Hadi
 
 
 
LombokPost-Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dr H Usman Hadi meminta masyarakat tidak khawatir dengan peningkatan suhu udara yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, hal itu tidak akan berdampak pada kesehatan dengan catatan ditangani dengan tepat.
 
"Ya tetap jaga kesehatan, kurangi aktivitas di luar rumah kalau tidak perlu," imbaunya, Jumat (6/10). 
 
Sejumlah risiko kesehatan akibat suhu yang meningkat umumnya terjadi seperti dehidrasi. Suhu yang meningkat mempercepat setiap orang kehilangan cairan tubuh karena berkeringat. "Tetapi bisa diganti dengan memperbanyak minum," imbuhnya. 
 
Sementara itu infeksi pernapasan akibat suhu yang meningkat dapat dihindari dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Terutama di jam-jam tertentu semisal saat siang hari.
 
Peningkatan panas memperbesar peluang setiap orang terkena penyakit pilek dan flu. "Kalau panas banget bisa gunakan payung," ujarnya.
 
Paparan tinggi sinar matahari akan langsung mengenai kulit. Jika terlalu lama dan sering h itu tidak baik untuk kesehatan kulit tubuh. 
 
Begitu juga risiko lain seperti penyakit mata, hingga mudah lelah karena panas. "Jangan lupa konsumsi makanan yang sehat dan istirahat yang cukup," sarannya.
 
Sementara itu pantauan cuaca dari BMKG kemarin memperlihatkan kisaran suhu di antara 24-33 derajat celsius. Situasi ini dipengaruhi juga oleh enam kecamatan di Kota Mataram selama satu hari cuaca dalam kondisi cerah berawan dan berawan. 
 
Sebelumnya prakirawan BMKG Joko Raharjo menyampaikan di Kota Mataram khususnya atau pulau Lombok pada umumnya mengalami peningkatan suhu udara disebabkan karena dampak El Nino. "Suhu (tertinggi) di Lombok mencapai 34,2 derajat celsius," ujarnya.
 
Terdapat lima penyebab suhu udara meningkat. "Pertama, sebagian besar wilayah NTB didominasi cuaca cerah, berawan," terangnya. 
 
Hal ini menyebabkan pemicu yang kedua yakni kurangnya tutupan akibat dari minimnya tingkat pertumbuhan awan. Hal ini pun membuat panas matahari lebih leluasa memapar permukaan bumi. 
 
"Ketiga, tingkat kelembaban udara yang rendah," jelasnya.
 
Berikutnya keempat, wilayah NTB masih berada pada musim kemarau. "Sebagai akibat dari fenomena El Nino sedang aktif," ujarnya. 
 
Dan kelima ada pengaruh posisi semu matahari dengan berada di wilayah ekuator. Hal ini mengakibatkan penyinaran matahari relatif lebih intens di wilayah Indonesia. "Termasuk di NTB," jelasnya. (zad)
 
 
Editor : Redaksi Lombok Post
#suhu #Usman Hadi #bmkg #Kesehatan #Mataram #el nino #NTB #cuaca