LombokPost--Pemerintah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) membuka komunikasi untuk mengurai kemacetan di jalan keluar-masuk kawasan Rembiga.
Sebagaimana diketahui, jalan Dr Wahidin yang menjadi akses keluar-masuk utama bagi warga kedua daerah untuk berbagai keperluan sudah tak lagi mampu menampung pengguna jalan.
Warga lebih memilih jalan tersebut dikarenakan jalan Saleh Sungkar Mataram yang tersambung dengan Jalan Raya Meninting, Lobar melebar terlalu jauh. Terutama bagi warga yang tujuannya dari dan ke Gunungsari, Lobar.
“Kita sudah membuka pembicaraan,” kata Asisten 2 Setda Kota Mataram Lalu Martawang.
Luas jalan Dr Wahidin, Rembiga yang terbatas membuat akses jalan tersebut sering mengalami kemacetan parah. Dua daerah bersepakat membicarakan membuka jalur baru yang menghubungkan Kota Mataram dan Lombok Barat.
“Opsi pertama yakni dengan membuat terusan jalan dari jalan Udayana menuju Montong, kawasan Senggigi,” ujarnya.
Aweng mengatakan akses jalan ini sangat ideal. Apalagi bila dua daerah bisa tersambung jalan raya dua jalur.
“Kita bisa buat semacam jalan short cut, dari Eks Bandara Selaparang ke kawasan Senggigi. Jalan ini jika terwujud akan sangat ikonik sekali,” ucapnya.
Pembukaan akses jalan itu meniscayakan tumbuhnya sektor ekonomi di sepanjang kedua sisi jalan.
“Kita juga bisa membangun kompleks pengembangan perumahan baru,” paparnya.
Jalan itu bisa terus menembus sampai Gunungsari. Baginya, skenario ini tidak akan memberatkan pemerintah Kabupaten Lombok Barat saat akan melakukan pembebasan lahan untuk menyambung jalan.
“Saya kira tidak terlalu besar, jalannya juga akan keren betul,” ucapnya.
Alternatif kedua, yakni dengan melanjutkan terusan jalan Bung Hatta.
“Itu dapat tembus hingga pom bensin Kekait, Kecamatan Gunungsari,” ucapnya.
Sedangkan alternatif jalan yang ketiga dengan memanfaatkan jalan rintisan di sisi timur Hotel Lombok Astoria Mataram.
“Itu bisa dioptimalkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas,” paparnya.
Padatnya jalan Dr Wahidin kata Aweng disebabkan karena pertumbuhan pembangunan di Lombok Barat bagian utara yang pesat.
“Sehingga kapasitas jalan di dokter Wahidin tidak sepadan dengan berkembangnya kawasan utara Lombok Barat,” ujarnya.
Pencarian alternatif pembukaan jalan ini akan dibicarakan dalam beberapa kali pertemuan dengan pihak Pemerintah Kabupaten Kombok Barat.
“Pertama kami melakukan pertemuan kemudian kita survei bersama, selanjutnya nanti bertemu lagi dengan melakukan kajian menggunakan peta google map,” ujarnya.
Rencana pembukaan akses jalan ini diapresiasi oleh anggota DPRD Kota Mataram M Zaini. Politisi Demokrat itu memandang sudah saatnya pemerintah membicarakan lebih serius langkah-langkah mengurai kemacetan.
“Yang lebih penting bagi kami, bagaimana memastikan pembukaan akses jalan itu berdampak pada meningkatkan perekonomian masyarakat, saya kira itu yang menjadi titik tekan kami,” ucapnya. (zad)
Editor : Kimda Farida