Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Turun, Beras Masih Diburu

Miq Ade • Selasa, 2 April 2024 | 07:05 WIB

 

ZAD/LOMBOK POST  DISERBU: Warga tengah membeli beras pada vendor Bulog di acara GPM Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Senin (1/4). (FOTO: ZAD/LOMBOK POST)
ZAD/LOMBOK POST DISERBU: Warga tengah membeli beras pada vendor Bulog di acara GPM Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram, Senin (1/4). (FOTO: ZAD/LOMBOK POST)

LombokPost-Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H serta upaya pengendalian inflasi tahun 2024, Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram mengambil langkah-langkah strategis untuk stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Kami kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang kali ini dilaksanakan serentak seluruh Indonesia,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram H Lalu Johari, kemarin (1/4).

Dikatakan bahwa Kota Mataram selama ini menjadi barometer inflasi. Daerah ini memiliki kepekaan dengan gejolak harga pangan.

“Sehingga perlu dilakukan kegiatan GPM secara masif,” ucapnya.

Optimalisasi gerakan GPM dengan melibatkan stakeholder terkait. Antara lain Perum Bulog, ID FOOD, petani, gapoktan, distributor, asosiasi, dan pelaku usaha pangan  lainnya, serta dinas/Instansi terkait. “Sekitar 13 stakeholder terlibat dalam kegiatan kali ini,” terangnya.

Johari memaparkan sejumlah komoditas pangan pada kegiatan GPM disuguhkan bagi masyarakat. Di antaranya adalah komoditas pembentuk inflasi (volatile food).

“Antara lain beras, gula konsumsi, bawang putih, bawang merah, daging sapi, daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, tomat, dan minyak goreng serta komoditas pangan lainnya yang disediakan oleh petani/peternak/gapoktan,” ucapnya.

Selain itu pihaknya juga mempersilahkan para retail membawa bahan non pangan. Hal ini bertujuan agar produk yang ditawarkan ke masyarakat lebih variatif.

Dirincikan 13 vendor yang melibatkan diri dalam GPM antara lain Bank Indonesia; Bulog Kanwil NTB; PT Rajawali Nusantara Indonesia; PT Perusahaan Perdagangan Indonesia; CV Putra Jaya Kencana; CV Shinta Surya Makmur; PT Sugai Budi Group; CV 88.

Berikutnya, PT Ruby Starindo; CV Niaga Supermarket Sriwijaya; Dinas Pertanian/Pasar Tani; PT Lingsar, dan Gapoktan.

“Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, yaitu Senin 1 April dari pukul 08.00 WITA sampai selesai di halaman kantor lurah Gomong,” paparnya.

Baca Juga: Rapat Paripurna LKPJ 2023, Wali Kota Mataram Sampaikan Deretan Prestasi

Dan hari ini, Selasa, 2 April 2024 di jalan Sapta Marga, Gebang, Cakranegara. “Tujuan kegiatan ini diadakan langsung di tengah masyarakat untuk mempermudah akses, sehingga masyarakat tidak memerlukan biaya transportasi lagi untuk menuju lokasi,” ucapnya.

Distributor dan vendor yang didekatkan ke masyarakat dengan memberikan harga jual yang lebih murah dari harga dipasar. “Kegiatan ini juga dilakukan untuk membantu meringankan masyarakat di tengah naiknya beberapa bahan pangan pokok seperti beras dan gula pasir,” terangnya.

Terlebih saat ini semakin dekat dengan hari raya Idul Fitri. Diprediksi terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat.

“Seperti daging ayam dan telur,” ucapnya. 

Distributor telur diminta menjual sesuai dengan harga pengambilan gudang. Begitu juga dengan distributor ayam ras.

“Harga pangan yang dijual di bawah harga pangan lainnya adalah tomat, bawang merah hingga bawang putih,” ujarnya.

Sebagai gambaran telur ayam dijual dari kisaran harga Rp 52.000 hingga Rp. 57.000 per trai. Sementara minyak goreng terjual hingga 40 dos hanya dalam waktu satu jam.

Sementara itu, beras masih menjadi komoditas primadona dengan mencatatkan penjualan Rp 31,2 juta. Beras dijual dengan harga Rp 10.400/kilogram (kg). Vendor Bulog membawa sebanyak 3 ton beras untuk warga di Gomong. 

“Total nilai transaksi selama GPM di Gomong sebesar Rp 58.754.000,” rincinya.

Lurah Gomong, Muhammad Ilham menyampaikan terima kasih dan apresiasinya pada dinas ketahanan pangan yang telah menggelar GPM di wilayahnya. “Ini program yang sangat bagus dan ditunggu-tunggu warga kami,” ucapnya.

Ilham mengatakan program itu telah meringankan beban pengeluaran warga. Terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. 

Sejak kenaikan harga beras, warga Gomong sering menyampaikan harapan pemerintah dapat membantu pemenuhan kebutuhan pangan.  Namun baru kali ini dapat terpenuhi melalui program yang diadakan dinas ketahanan pangan. 

“Kalau bisa, minimal sekali dalam tiga bulan, kegiatan ini diadakan di wilayah kami. Insya Allah persoalan kenaikan harga dan inflasi akan cepat stabil dan warga kami bisa segera lepas dari persoalan ekonomi,” harapnya. (zad/r3)

 

Editor : Akbar Sirinawa
#Kota Mataram #Hari Raya Idul Fitri #gerakan pangan murah #Inflasi #Bank Indonesia #telur ayam ras #bulog #Beras #gula #stabilitas pasokan dan harga pangan