LombokPost--Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Perinkop UKM) Kota Mataram menata kembali kawasan MCC. Penataan ini diungkapkan untuk menegaskan lokasi tersebut sebagai lokasi usaha dan perkantoran.
“MCC sudah dijadikan kantor Perinkop UKM sejak 2021, namun banyak yang tidak tahu di mana kantor kami,” ungkap Kepala Dinas Perinkop UKM Kota Mataram HM Ramadani, Jumat (5/4).
Oleh karenanya, penataan ini diharapkan berdampak besar pada image lokasi tersebut. Mengingat selama ini hanya dianggap sebagai ruko UMKM.
“Langkah awal perubahan awal sejak saya dilantik adalah untuk memastikan kantor ini diketahui publik terutama oleh Pelaku UMKM di Kota Mataram,” tegasnya.
Lokasi kantor yang tidak familiar pernah dibuktikannya dengan melakukan survei. Hasilnya, sebagian besar warga tidak tahu lokasi kantor dinas yang menangani perekonomian masyarakat ini.
“Banyak masyarakat umum termasuk PNS Kota Mataram yang tidak tahu alamat dinas ini. Survei singkat saya dari 10 masyarakat yang ditanya, sebanyak 6 orang menjawab tidak tahu lokasi kantor ini,” bebernya.
Masyarakat tidak tahu karena pemahaman yang masih minim terutama pada tugas pokok dan fungsi dinas. Padahal dinas ini menjadi ujung tombak pelayanan bagi masyarakat yang bergerak di bidang perindustrian, koperasi, dan UKM.
Langkah branding yang saat inj dilakukan diharapkan memperkuat image dinas. “Visi kami ingin jadikan MCC ini sebagai Pojok Creative,” ucapnya.
Di samping itu sebagai upaya mengembangkan industri kreatif dan pendampingan kepada UMKM termasuk industri pengerajin mutiara. “Sesuai hajat awal MCC dibangun oleh H Moh Ruslan,” tekannya.
Sebagai langkah awal, saat ini tengah dilakukan penataan fisik. “Kami bersinergi dengan dinas PUPR untuk penataan pedestarian, sedangkan Perinkop UKM menata fasade kantor,” terangnya.
Penataan masih dilakukan pada sisi luar kantor. Dani menyebut hal ini sebagai penataan yang sifatnya jangka pendek. “Sedangkan jangka panjang pengelolaan MCC,” paparnya.
Pada penataan jangka pendek meliputi bangunan, selain menata tampilan depan juga akan diikuti penataan PKL/UMKM yang berjualan di halaman parkir. “Kami melihat spot tersebut sangat strategis sebagai etalase depan kota Mataram setelah Bundaran Mataram Metro,” ucapnya.
Penataan pedestarian menggunakan anggaran sebesar Rp 190 juta dari Dinas PUPR. “Kami menggunakan anggaran pemeliharaan rutin gedung, belum ada anggaran khusus,” ucapnya.
Sementara untuk pengelolaan MCC, Dani akan fokus memulai dengan integrasi program. “Antara industri kreatif yang tumbuh dari UMKM dan mendapat dukungan melalui koperasi yang sehat dan modern menuju Mataram HARUM,” paparnya.
Ia juga bakal membenahi program di masing-masing bidang. Berkolaborasi agar hasilnya lebih optimal. “Tidak boleh lagi ada program asyik berjalan masing-masing antara bidang industri, UMKM, dan koperasi,” tegasnya.
Semangat kolaboratif ini telah tergambar dari logo baru Dinas Perinkop UKM. Akronim dari MCC juga dilakukan penyesuaian dari Mataram Craft Center menjadi Mataram Creative Center. “Ini untuk mengakomodir tumbuhnya industri kreatif berbasis teknologi. Tidak hanya industri yang berbasis kerajinan baik kerajinan tangan maupun kerajinan lainnya,” pungkasnya.
Ketua Komisi 2 Bidang Perekonomian DPRD Kota Matram Herman mengatakan penataan MCC membutuhkan fokus dan kerja keras untuk memanfaatkan peluang dan potensinya. Kerja parsial hanya membuat berbagai rencana penataan tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
“MCC seharusnya menjadi ikon kebanggaan kota dalam kesuksesan membangun sektor ekonomi berbasis kerakyatan,” tekannya. (zad)
Editor : Hidayatul Wathoni