LombokPost-Semangat berkurban warga Lingkungan Bumi Pagutan Permai (BPP) Kelurahan Pagutan Barat patut dicontoh.
Hampir setiap tahun, warga ini menyiapkan ribuan paket daging kurban untuk disalurkan kepada mereka yang berhak.
“Kami bersyukur melihat warga tetap istiqomah berkurban. Tahun lalu 45 ekor kambing, dan 18 ekor sapi. Tahun ini, 45 ekor kambing dan 19 ekor sapi,” ungkap Siswandi Suwarno, ketua panitia kurban Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah.
Penyembelihan hewan kurban dan pembagian dipusatkan di sekitar halaman Masjid Raudhatul Jannah Bumi Pagutan Permai.
Daging kurban ini dibagikan tidak hanya kepada warga sekitar Lingkungan Bumi Pagutan Permai tetapi bahkan ada di luar lingkungan ini.
“Totalnya 3.120 paket daging. Alhamdulillah semangat warga kami untuk berkurban stabil. Ini yang kami syukuri,” ungkapnya.
Berkurban disebut Siswandi sebagai wujud mensyukuri nikmat Allah SWT.
Ia mengatakan sudah terlalu banyak nikmat Allah SWT yang didapatkan warga Bumi Pagutan Permai.
Dengan berkurban, warga berharap mendapatkan ridho dan dicintai Allah SWT.
Sementara Kepala Lingkungan Bumi Pagutan Permai Ade Rukman menjelaskan jika suasana kebatinan warga Bumi Pagutan Permai terbilang unik.
Mereka tidak hanya mengeluarkan uang untuk membeli hewan kurban, tetapi mereka juga terlibat langsung untuk memotong dan membagikan daging hewan kurban tersebut.
Ini yang kemudian dari tahun ke tahun kepercayaan jamaah kepada panitia untuk membagikan hewan kurban selalu terjaga.
“Alhamdulillah setiap tahun warga mempercayakan amanahnya berkurban,” syukurnya. Bahkan, bukan hanya warga Bumi Pagutan Permai yang menitipkan hewan kurbannya di panitia. Ada juga warga dari luar lingkungan ini yang menitip pemotongan kurban.
“Ada dua ekor sapi yang dititip dikurbankan di sini,” ungkapnya.
Daging kurban selain dibagikan kepada warga yang memang berhak, panitia juga menyalurkannya kepada ustad yang membina warga untuk kajian agama di Masjid Raudhatul Jannah.
“Ada yang disalurkan ke Lombok Tengah dan Lombok Barat,” cetusnya.
Lebih lanjut, Kaling menjelaskan jika sesuai ketentuan, hewan kurban disalurkan dalam bentuk sapi dan kambing. Kemudian sapi dan kambing tersebut pun dibagi menjadi beberapa kelas disesuaikan dengan kemampuan atau daya beli masyarakat.
“Kami tidak hanya memilih yang tinggi tetapi terjangkau. Dibagi kelasnya A, B, C, dan D,” paparnya.
Untuk sapi, urunan dikeluarkan tujuh orang. Sementara kambing dikeluarkan satu orang. Namun ada juga yang sudah membeli hewan kurban langsung dan diserahkan ke panitia.
“Panitia bisa menerima hewan kurban atau uang untuk membeli hewan kurban,” terangnya. “Semoga kami amanah sehingga warga memiliki kepercayaan tinggi untuk berkurban,” sambung Kaling.
Sementaran Rohana, selaku Ketua Majelis Taklim Al Husna menambahkan juga istiqomahnya warga berkurban tidak lepas dari kesadaran warga.
Karena mereka selalu dibina oleh para ustad dan ulama saat kajian rutin di Masjid Raudhatul Jannah Bumi Pagutan Permai.
“Alhamdulillah, jamaah kami memiliki kesadaran dan keyakinan jika berkurban ini adalah bentuk kebersamaan dan semangat berbagi. Ini yang membuat kami merasa tidak pernah terpaksa,” ungkapnya.
Tentunya berkurban juga menurutnya semata-mata dilakukan warga untuk mengharap ridho Allah SWT. Selain merupakan wujud keimanan juga menjadi wujud kesyukuran warga Lingkungan Bumi Pagutan Permai. (ton/r3)
Editor : Kimda Farida