LombokPost-Kalangan dewan meminta Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram mempertimbangkan rencana mengendapkan sampah di TPS atau Depo sampah.
Ide mengedepankan sampah di lokasi yang dekat dengan pemukiman warga dapat membuat suasana tidak nyaman.
“Kalau di sana rentan diprotes warga. Bau sampah yang menumpuk berhari-hari pasti akan semakin menyengat. Nanti Mataram tidak harum lagi,” ucap anggota Komisi 3 Bidang Infrastruktur DPRD Kota Mataram Ahmad Azhari Gufron, Jumat (28/6).
Ia menyerankan, selama penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongoq, sampah-sampah dilokalisir di beberapa tempat.
Tidak dibiarkan berserakan di banyak titik.
“Sudah betul itu maksimalkan TPST Sandubaya. Kalau di sana tidak cukup menampung semua, buka kembali TPST Trans Depo Montong Are yang ditutup kemarin. Ini force majure,” ucapnya.
Bila dua tempat itu masih juga belum dapat menampung sampah perkotaan yang mencapai 285 ton/hari, ia mendorong lahan di Kebon Talo digunakan.
“Di sana kan sudah ada lahan untuk bangun TPST juga, untuk sementara manfaatkan saja itu,” sarannya.
Politisi PAN itu menambahkan, saat ini Kota Mataram tengah menjadi lokasi event dunia MXGP 2024.
Pengendapan sampah di berbagai sudut kota dapat merusak citra kota yang bersih dan nyaman.
“Wisatawan ini tidak hanya datang dari lokal dan nasional, tapi tim yang ikut lomba berasal dari berbagai belahan dunia. Kalau mereka melihat sampah di berbagai sudut kota, maka bisa membuat citra kota sebagai lokasi event yang nyaman turun,” paparnya.
Lebih jauh, penutupan TPA Kebon Kongoq untuk penambahan landfill dan pemasangan geomembran harus menjadi peringatan dini.
Pemerintah harus berpikir, menghadapi situasi tiba-tiba pada TPA Regional Kebon Kongoq.
Ketergantungan pada TPA itu secara perlahan harus dikurangi.
Peringatan TPA Kebon Kongoq sudah overload jauh hari sudah disampaikan. Bahkan sejak tahun lalu.
“Maka harusnya, kita sudah punya rencana lain jika nanti TPA itu ditutup secara permanen,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Pemkot Mataram telah menerima informasi rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongoq.
Sebagai antisipasinya, pemkot mencari alternatif pembuangan selama penutupan berlangsung.
Penutupan ini diperkirakan berlangsung selama lima hari. Akses semua kendaraan pengangkut sampah akan ditutup total baik yang datang dari wilayah Kota Mataram maupun Lombok Barat.
“Kami sedang berupaya berkoordinasi dengan Pemkab Lobar barangkali ada lokasi yang bisa digunakan bersama sementara selama penutupan ini,” kata Kepala Dinas LH Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi.
Pembicaraan juga menyangkut kontribusi biaya yang harus dikeluarkan pemkot.
“Juga lokasi tujuan pembuangan,” ujarnya.
Sebagai informasi, penutupan TPA Kebon Kongoq dilakukan terkait perluasan areal TPA. “Lokasi yang ada saat ini sudah full,” ucapnya.
Penambahan luas lahan sebesar 13 are. Hal ini diharapkan memperpanjang umur TPA hingga akhir tahun 2024 ini.
“Sebelum lahan perluasan (13 are bisa dipakai), terlebih dahulu akan dipasangi geomembran. Perkiraan waktu pemasangan selama lima hari,” ucapnya. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida