Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkot Klaim Tak Ada Kasus Stunting di Kelurahan Mataram Barat

Galih Mega Putra S • Rabu, 17 Juli 2024 | 19:50 WIB
H Moh Carnoto. (HARLI/LOMBOK POST)
H Moh Carnoto. (HARLI/LOMBOK POST)

LombokPost-Penanganan stunting terus digenjot.

Hasilnya sudah cukup maksimal. Satu per satu  kelurahan menuju zero stunting.

”Yang baru zero stunting baru kelurahan Mataram Barat,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP2KB) Kota Mataram H Moh Carnoto, Selasa (16/7).

Penanganan stunting di kawasan tersebut cukup masif. Koordinasi dengan semua stakeholder cukup kuat.

”Kita juga sudah mulai melibatkan pengusaha-pengusaha,” jelasnya.

Tim yang dibentuk di bawah sudah cukup kuat. Melibatkan, kader di seluruh puskesmas, pihak kecamatan, hingga UPTD KB setiap kecamatan.

”Kita bersatu dan membagi tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing,” terangnya.

Tim yang berada di UPTD menjadi ujung tombak penekanan stunting di Mataram.

Tentunya dengan melibatkan tenaga kesehatan dan stakeholder lain.

”Penanganan stunting harus dikolaborasikan dengan semua pihak,” ujarnya.

Misalnya yang sudah dilakukan UPTD KB Cakranegara. Mereka telah melibatkan sejumlah pengusaha di wilayahnya untuk menangani stunting.

”Ini memang terobosan baru yang dilakukan,” kata dia.

Terbukti dengan melibatkan dunia usaha, angka stunting di Mataram mampu tertangani dengan baik.

”Ini yang terus kita gerakkan di seluruh UPTD KB,” harapnya.

Langkah yang sudah diambil DP2KB untuk menangani stunting secara teknis, melibatkan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Total ada sebanyak 331 TPK yang disiapkan.

”Semua ada di masing-masing lingkungan. Terdiri dari satu kader, tenaga kesehatan, dan pendamping keluarga,” ujarnya.

Penanganan stunting harus dilakukan sejak dini. Mulai dari sejak ibu hamil.

”Jadi, 1.000 HPK (hari pertama kehidupan) harus kita bergerak mencegah stunting,” ujarnya.

Ibu hamil harus diberikan makanan yang sehat dan bergizi. Supaya anak yang dilahirkan juga sehat.

”Kami memiliki program, pemeriksaan khusus ibu hamil diberikan pemeriksaan sebanyak sembilan kali,” kata dia.

Bukan berarti anak yang sudah lahir tidak ditangani. Tetap ditangani sesuai dengan kebutuhan gizi yang diberikan.

”Kita tangani secara spesifik. Langsung memberikan kepada ibu dan anak makanan yang bergizi lengkap,” terangnya.

Carnoto mengatakan, angka stunting sudah semakin turun di tingkat kelurahan. Angka stunting di Kota Mataram sudah semakin turun.

“Awalnya 8,6 persen turun menjadi 7,9 persen. Kalau dihitung jumlah ada 900-an orang,” ungkapnya.

Saat ini, kelurahan Mataram Timur yang menjadi atensi.

Sekarang tinggal lima kasus stunting.

”Kita harapkan bulan depan bisa jadi zero stunting,” tandasnya. (arl/r3) 

Editor : Kimda Farida
#Mataram #Stunting